Komisi III DPR: Jenderal Tito Harus Tanggungjawab Korban Tewas Aksi 22 Mei

3955
Tito Karnavian

JAKARTA— Komisi III DPR meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertanggungjawab terkait banyaknya korban meninggal akibat diterjang peluru tajam pada aksi 22 Mei.

Tak hanya itu, Kapolri juga harus mencari tahu tentang oknum  polisi yang diduga menembakkan peluru tajam itu.

Jika melanggar standar operasional prosedur (SOP), maka yang bersangkutan harus diberi sanksi yang tegas.

“Kami meminta pertanggungjawaban Kapolri soal penggunaan peluru tajam yang telah memakan korban hingga meninggal dunia,” desak anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, Kamis (23/5).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pihak kepolisian mestinya sudah tahu tentang bagaimana menghadapi pengunjuk rasa tanpa harus melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Polri harus menjunjung tinggi asas demokrasi, dalam hal ini kebebasan berpendapat.

Maka dari itu, selain mengejar pelaku penembakan, dia juga meminta Tito untuk segera menjelaskan ke publik terkait kasus tersebut.

“Kami percaya Kapolri bisa menjelaskannya kepada publik soal penggunaan peluru tajam tersebut,” pungkasnya. (ral/rmol/pojokjabar)

loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.