Komisi I Peringatkan Sikap ASN

94
0

PARIGI – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran Solehudin menyesalkan adanya oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga ikut mengeroyok Dea Pebi (20), warga Dusun Cijoho Desa/Kecamatan Parigi beberapa waktu lalu.

”Apapun persoalannya kalau main hakim sendiri itu tidak dibenarkan. Apalagi kalau itu ASN yang harus mengedepankan moral dan etika yang baik,” jelasnya saat dihubungi Radar, Minggu (4/3).

Sebagai public figure, seharusnya aparatur sipil negara (ASN) menjaga sikap dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Bukan malah sebaliknya. “Mau posisi benar atau salah kalau jalan kekerasan yang diambil itu sangat tidak baik. Harus dihindari,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, kata dia, juga harus menindaklanjuti persoalan tersebut dengan aturan yang berlaku. ”Apakah melanggar kode etika ASN atau tidak. Harus dituntaskan ,” jelasnya.

Walaupun nantinya terjadi islah dalam kasus tersebut, tetap saja harus ada penindakan serius. “Persoalannya sudah muncul ke permukaan. Mau memberikan teguran secara lisan atau tulisan menurut saya itu perlu,” ujarnya.

Hal itu dilakukan supaya ada efek jera termasuk memberikan peringatan bagi ASN lain. ”Harus tegas pemerintah daerah dan ingat ASN itu adalah public figure,” jelasnya.
Untuk masalah hukum sendiri, dia berharap ada jalan keluarnya dan iktikad baik untuk menyelesaikannya dari kedua belah pihak. ”Mudah-mudahan ada solusi terbaik,” ujarnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.