Bintang Sains Bisa Menjadi Salah Satu Solusi

Kompetisi Asah Generasi Unggul Bintang Sains Bisa Menjadi Salah Satu Solusi

60
0
BEDAH PERSOALAN. Dinas Pendidikan, Kemenag, Komisi IV DPRD dan PGM Kota Tasikmalaya tadi malam (22/11) membedah persoalan dunia pendidikan di Pos Ronda 99 Radar TV. Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

TASIK – Generasi unggul akan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik dari berbagai aspek. Untuk itu, sebagai tenaga pendidik, guru punya peran penting dalam membentuk siswa menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

Kadis Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi didampingi Sekretarisnya Apep Yosa menjelaskan untuk mencetak generasi unggul bisa dimulai dari pendidikan. Namun, saat ini tenaga pendidik pun masih perlu peningkatan kapasitas supaya memberikan pembelajaran yang maksimal. “Tapi masalahnya kami juga terkendala anggaran yang terbatas,” ujarnya dalam Pos Ronda 99 di studio Radar Tasikmalaya TV, Jumat (22/11).

Salah satu alternatifnya, kata dia, yakni mengasah kreativitas siswa melalui berbagai kompetisi. Seperti di Kota Tasikmalaya akan diselenggarakan Bintang Sains sebagai event kompetisi bagi pelajar sekolah dasar (SD). “Karena pengasahan otak kanan dan kiri siswa itu harus secara kontinyu,” kata Budiaman.

Hal itu diamini oleh Ketua KKG MI Kota Tasikmalaya Arip Ripandi. Menurutnya, kompetisi bisa membangun inovasi dan kreativitas siswa. Dia pun sudah mengajak rekan-rekan gurunya mengikut sertakan anak didiknya di event Bintang Sains. “Kita dukung penuh kegiatan Bintang Sains ini dan sudah kita sosialisasikan ke rekan-rekan,” imbuhnya.

Kasubag TU Kemenag Kota Tasikmalaya Yayan Herdiana MAg berpendapat bahwa ada tiga indikator generasi unggul yakni sehat jasmani, rohani dan akal. Ketiga hal inilah yang harus dibangun oleh para guru dalam mendidik siswa. “Kalau ketiga unsur ini sudah terpenuhi, maka bisa dikatakan generasi unggul,” katanya.

Namun di dunia madrasah saat ini, kondisi para guru masih bermasalah dari mulai kuantitas, kualitas, kesejahteraan dan pemetaan. Sehingga membuat upaya mencetak generasi unggul tidaklah mudah. “Saat ini guru yang sudah PNS saja hanya sebagian kecil di madrasah,” katanya.

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Bangbang Hermana mengakui tenaga pendidik di Kota Tasikmalaya masih perlu peningkatan kapasitas. Karena banyak persoalan siswa yang cenderung disepelekan. “Anak SD corat-coret bangku sudah menjadi hal biasa, akhirnya setelah besar mereka corat-coret dinding rumah orang,” katanya.

Dia percaya Kota Tasikmalaya mampu untuk membuat program peningkatan kapasitas guru. Hanya saja, dia belum melihat keseriusan dari pemegang kebijakan mengalokasikan anggaran yang memadai. “Daripada bikin pancuran di tengah jalan, lebih baik tingkatkan SDM dunia pendidikan,” katanya.

Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asyari mengungkapkan pemerintah harus memberikan perhatian maksimal terhadap para guru. Salah satunya dengan membuat payung hukum untuk melindungi dan menyejahterakan para guru. “Salah satunya dengan membuat Perda Guru Madrasah yang sampai saat ini belum terealisasikan,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Enan Suherlan mengaku memahami kondisi pendidikan di Kota Tasikmalaya. Pasalnya, dia pernah bergelut di dunia pendidikan. “Jadi saya juga bisa merasakan kondisinya,” tutur Enan.

Dia pun siap mendorong Perda Pendidikan Madrasah dan mengawal kebijakan lain di dunia pendidikan. Akan tetapi, hal ini tetap kembali kepada kesepakatan bersama rekan-rekannya karena sistem kolektif kolegial. “Karena (DPRD) ini bukan perusahaan milik pribadi,” terangnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.