Komplotan Garong & Penadah Motor di Cikalong dan Padakembang Tasik Diciduk Polisi

836
0

KABUPATEN TASIK – Polres Tasikmalaya berhasil menangkap para pencuri (Garong) dan penadah motor yang terjadi di Kecamatan Cikalong dan Padakembang, Selasa (07/07) siang. Pelakunya total 4 orang.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo De Cullear Tarigan membenarkan penangkapan para pelaku dan penadahnya.

Kata dia, kasusnya terjadi di 2 Tempat Kejadian Perkara (TKP). 3 pelaku berinisial AS (23), narapidana asimilasi dari LP Garut, BU (34) dan DS (16) yang mencuri motor Honda Beat hitam di UPTD Puskesmas Cikalong.

Tiga pelaku ini adalah warga Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong. “Satu lagi berinisial IW (36) warga Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu. Dia mencuri motor di Cisaruni, Kecamatan Padakembang,” katanya kepada wartawan saat ekspos di Mapolres Tasik.

Baca juga : 4 Kesalahpahaman Umum tentang Forex

Terang dia, kasus pencurian motor di UPTD Puskesmas Cikalong, korbannya adalah tenaga medis.


Dari pengakuan 3 tersangka ini yang beraksi melakukan pencurian sebanyak 5 orang.

“Dua pelaku lainnya sudah kita kantongi identitasnya dan sedang dalam pengejaran. Pelaku BU berperan menjual hasil curian dan dari hasil pengembangan didapat dari tangan dia didapat 6 motor yang diduga hasil curian lainnya,” terangnya.

“Jadi dari kasus ini total barang bukti kita amankan 7 motor. Tersangka AS yang warga binaan ini adik kakak dengan pelaku BU. Para pelaku ini kita kenakan pasal 481 KUHP untuk penadah 7 tahun penjara dan 363 KUHP 7 tahun penjara,” sambungnya.

Sedangkan kasus pencurian di Padakembang pelakunya 1 orang, inisial IW. Dia berperan menjadi penadah ulung dan diamankan barang bukti 5 unit sepeda motor yang diduga hasil curian.

“Kasus IW ini berhasil terungkap saat pihak kami mendapat informasi dia menawarkan sepeda motor Yamaha MX tanpa surat-surat. Dan akhirnya tim kita menangkap pelaku IW,” tambahnya.

Jelas dia, dari hasil pemeriksaan IW mengakui bahwa 5 unit motor itu memang tak ada surat-surat lengkap. Pelaku juga mengetahui bahwa kendaraan itu adalah hasil curian.

“Dari keterangan IW motor curian itu dijual kembali Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. IW kita kenakan pasal 481 KUHP karena penadah ulung. Hukumannya 7 tahun penjara,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.