Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia Desak Honorer K2 Segera Diangkat

69
0

PANGANDARAN – Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (TKSI) Kabupaten Pangandaran mengaku kecewa dengan pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Terutama mereka yang masuk Kategori 2 (K2).

Ketua KTSI Kabupaten Pangandaran Nurhidayat mengatakan pelaksanaan tes CPNS tahun ini tidak berarti apa-apa bagi mereka.

”Apalagi kami yang berusia 35 tahun ke atas, kami tidak bisa ikut tes tersebut,” ujarnya kepada Radar, Minggu (8/12).

Menurut dia, honorer K2 seharusnya diangkat menjadi PNS tanpa tes, karena pengabdian yang cukup lama.

”Jadi hanya pemberkasan saja, tidak harus pemberkasan, karena pengalaman kami di lapangan sama saja dengan melakukan tes secara langsung,” ungkapnya.

Lanjut dia, banyak honorer K2 kini sudah lanjut usia yang sebentar lagi akan berhenti dari pengabdianya.

”Tolonglah kepada pemerintah ini, lihatlah banyak yang mau pensiun sebagai seorang sukwan, pengabdian kami untuk mencerdaskan bangsa tidak bisa diragukan lagi,” tegasnya.

Nurhidayat mengatakan pihaknya tidak akan menentang adanya pelaksanaan tes CPNS, namun harus ada keadilan bagi honorer K2.

”Harus ada keberpihakan dari pemerintah, sementara alternatif P3K sendiri masih belum jelas,” jelasnya.

Ia mencontohkan pada zaman Pre­siden SBY pengangkatan guru ban­tu lebih jelas dan teratur. ”Sam­pai tuntas waktu zaman SBY, kalau sekarang gak jelas,” ujarnya.

Ia berharap keinginan honorer K2 bisa didengar oleh pemerintah. ”Sekarang jumlah honorer K2 ada sekitar 100 orang lebih, sementara jumlah honorer keseluruhan ada 400 orang,” jelasnya. (den)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.