Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Kondisi Gedung Basket Semakin Kumuh dan Rusak

17
0
MAKIN KUMUH. Kondisi gedung basket di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman semakin kumuh dan rusak, Jumat (11/10). Cecep Herdi / Radar Tasikmalaya
MAKIN KUMUH. Kondisi gedung basket di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman semakin kumuh dan rusak, Jumat (11/10). Cecep Herdi / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi ikut prihatin dengan kondisi gedung basket yang sudah rusak. Dadang mendorong supaya pemerintah mengusulkan anggaran perbaikan atau pemeliharaan bangunan yang juga sekretariat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Banjar. Dengan begitu, gedung milik Pemkot itu nyaman digunakan sebagai sarana berlatih dan turnamen.

”Kalau sudah lama tidak diperbaiki saya sarankan untuk segera diusulkan anggarannya oleh OPD yang membawahi gedung itu. Itu gedung milik Pemkot. Ya ikut menyayangkan jika tidak terurus, apalagi masih dipakai setiap hari untuk berlatih,” kata Dadang, Jumat (11/10).

Dadang optimis komisi yang bermitra kerja dengan Dispora akan menyetujui usulan anggaran untuk perbaikan gedung tersebut. Dia menyarankan Dispora kembali mencoba mengusulkan anggaran pemeliharaan gedung tersebut di tahun depan.

”Ya dicoba masukin usulannya kan rapat di Banggar untuk anggaran tahun 2020 belum masuk ke pembahasan anggaran, nanti kan dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif (komisi) anggaran apa saja yang diprioritaskan,” katanya.

Kepala Bidang Olahraga Dispora Kota Banjar Adeng Hendrawan mengatakan usulan anggaran perbaikan gedung basket itu terakhir pada 2017. Hingga anggaran tahun ini, dinas pecahan dari Disdik itu belum mengusulkan kembali untuk pemeliharaan gedung basket di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar itu.

“Terakhir 2017 diusulkan, tapi tidak disetujui di desk anggaran karena mungkin dinilai ada yang lebih urgensi. Anggaran yang kita usulkan saat itu sekitar Rp 90 juta. Itu untuk perbaikan sarana penunjang yang sudah rusak seperti pintu, jendela, kemudian pengecetan dinding serta perbaikan toilet,” ungkapnya.

Ketua Forum Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki menilai gedung basket itu seperti hidup segan mati tak mau. Kondisinya tidak layak pakai. Toilet tidak berfungsi, pintu gedung sudah lepas, jendela gedung keropos dan kacanya pecah, serta plafon atap gedung banyak yang rusak. Tembok gedung pun perlu dicat ulang.

“Saya melihat kondisi ini sangat miris sekali. Yang semestinya mendapatkan perhatian betul dari pemerintah dari sektor pemeliharaan dan perbaikan gedung, malah justru tidak terpelihara dengan baik. Padahal aktivitas di situ masih berjalan seperti biasa, digunakan untuk latihan dan turnamen,” kata Awwal.

Bahkan katanya, gedung basket itu juga menjadi rumah pengurus Perbasi Kota Banjar. Namun tampak tak bertuan.

“Wajar bau pesing kalau toiletnya sudah tidak bisa dipakai. Padahal gedung basket itu sebagai sarana para atlet untuk berlatih. Harusnya untuk berlatih, kondisi gedungnya nyaman bersih dan tidak kumuh seperti itu,” kata Awwal.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar Ramdhani bin Rasikun mengatakan terbengkalainya gedung basket merupakan salah satu contoh buruknya sebuah sistem tata kelola keuangan di Kota Banjar.

Di dalam sistem tata kelola keuangan, kata dia, tentu ada yang disebut dengan proses perencanaan dan proses evaluasi.

Sedangkan jika dilihat dari konteks permasalahan gedung basket itu, proses perencanaan dan evaluasi tidak berjalan relevan sehingga pemkot seolah-olah tidak tahu pembangunan mana yang menjadi skala prioritas. (cep)

loading...