Beranda Tasikmalaya Kondisi Listrik di Cipatujah Sering Padam Ancam Pelaksanaan UNBK

Kondisi Listrik di Cipatujah Sering Padam Ancam Pelaksanaan UNBK

33
0
BERBAGI

Kerugian Petani Budi Daya Udang Fantastis

CIPATUJAH – Setelah petani udang yang merasakan kerugian mencapai miliaran akibat listrik sering mati. Kini giliran sekolah menengah atas (SMA) sederajat yang resah dengan kondisi pelayanan listrik di Kecamatan Cipatujah. Pasalnya 12 April nanti akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala SMKN Cipatujah Drs H Amay Rustandi MM mengatakan sekolah-sekolah yang akan menyelenggarakan UNBK mengaku resah dengan kondisi seringnya listrik mati. “Bila UNBK sedang berjalan tiba-tiba listrik mati jelas akan terganggung. Karena peserta harus mengulang kembali,” ujarnya kepada Radar, Minggu (25/3).

Pihak sekolah sudah mengantisipasi degan menyiapkan genset jelang UNBK, karena melihat kondisi saat ini belum menjadi jaminan ketika UNBK akan berjalan dengan lancar. Maka dari itu diharapkan PLN bisa memperhatikan pelayanan jangan sampai sering terjadi listrik mati, apalagi saat UNBK.

“Kami sangat mengharapkan listrik selalu nyala, terlebih ketika UNBK. Dan tidak diharapkan listrik selalu mati seperti saat ini,” harapnya.
UNBK memang belum dimulai, tapi para peserta didik sudah merasakan tidak nyamannya ketika listrik sering mati saat proses belajar mengajar yang menggunakan barang elektronik, seperti komputer. “Sedang belajar biasa juga sudah mengganggu, apalagi nanti UNBK,” katanya.

Kata dia, untuk wilayah Tasik Selatan ada sektiar 12 sekolah yang akan menyelenggarakan UNBK dan jelas akan menjadi kerugian ketika listrik mati pada pelaksanaannya.

Selain persiapan dari siswa jelang UNBK, yang menjadi kekhawatiran paling utama bagi sekolah adalah listrik. Karena listrik mati jelas menjadi ancaman bagi berlangsungnya UNBK.

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya asal Tasik Selatan Hidayat Muslim mengatakan PLN harus segera mencari solusi terkait seringnya listrik mati, terlebih akan menghadapi UNBK sekolah. “Ini jangan sampai ada kerugian yang berkelanjutan bagi masyarakat, sejauh ini pengusaha dan masyarakat sudah merasakan dampaknya akibat listrik mati. Apalagi dalam waktu dekat ini akan ada UNBK, jangan sampai kembali berdampak bagi dunia pendidikan,” paparnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir MPd mengaku kaget dengan jumlah kerugian petani udang mencapai miliaran akibat seringnya listrik mati. “Jumlah tersebut sangat besar dan fantastis,” ujarnya. Ini menandakan Tasik Selatan sudah menjadi daerah industri yang sangat membutuhkan pelayanan listrik optimal.

Jika kerugian seperti ini terus terjadi, perekonomian masyarakat Tasik Selatan bisa lumpuh, karena berbagai aspek usaha semuanya menggunakan listrik.

Sekda berharap permasalahan ini segera ditangani secara serius, apapun yang menjadi penyebabnya. Jangan sampai menunggu amarah dari masyarakat yang kesal dengan seringnya listrik mati. “Petani udang hampir setiap hari selalu ada yang protes kepada pemerintah terkait seringnya listrik mati,” ucapnya. (ujg)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here