KONI Kota Tasik Cari Ketua Baru, Seperti Ini Figurnya..

100
0
?????????????????????????????????????????????????????????

CIHIDEUNG – Sejumlah Pimpinan Cabang Olahraga (Cabor) memiliki kriteria terhadap calon ketua baru, yang akan dipilih dalam Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) pada 26 Desember mendatang.

Mereka mengharapkan adanya spirit baru, dalam membawa olahraga daerah semakin maju dan berkembang.

Seperti yang diungkapkan Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Tasikmalaya, H Engkus Bunyamin menuturkan ketua KONI hasil Musorkotlub nanti haruslah figur jujur.

Memahami olahraga, serta memiliki keinginan dan kepedulian dalam memajukan olahraga tak hanya sekadar menjabat.

Baca juga : Ini Jenis-jenis Narkoba yang Dimusnahkan Kejari Kota Tasik

“Syarat mutlak seperti itu, sebab tahu sendiri kalau yang seperti kemarin, tidak tahu latarbelakangnya seperti apa, akan carut-marut lagi,” kata Engkus kepada Radar, Senin (7/12).

Menurutnya, tidak sembarang orang sanggup untuk menakhodai KONI saat ini. Sebab, jarang figur yang mau kerja tuntaskan pekerjaan rumah pengurus sebelumnya, di samping ada sederet program kerja ke depan yang harus dihadapi.

“Nah kemarin kami dan beberapa Cabor muncul kesepahaman mendorong H Arif Surahman.

Ia terbukti dua periode menjadi pengurus, seorang insan olahraga, dan saat ini sebagai dosen. Manajerialnya serta kapasitas yang mumpuni kami anggap layak didorong,” tuturnya.

Pihaknya pun bersama sejumlah cabor, sudah menanyakan kesanggupan H Arif Surahman. Ia bersedia didorong, dan diyakini mampu mengemban tugas kepengurusan.

“Kita optimis cabor lain juga akan mendukung, sebab ia tak sebatas mau-mau saja saat kita usung. Kita bersama-sama dorong agar tuntaskan tugas-tugas kepengurusan lama di samping banyak agenda kegiatan yang menunggu,” paparnya yang juga Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Tasikmalaya tersebut.

Ketua Harian Tarung Derajat Kota Tasikmalaya, H Agus Jamaludin menuturkan figur ketua baru harus generasi muda. Enerjik, paham olahraga dan tidak sebatas tahu berkaitan kesekretariatan saja. “Karena modal dasar membangun spirit atlet ketika dirinya juga hobi atau suka olahraga dan paham.” ujar Agus.

Ia menceritakan Kota Resik dalam event regional terakhir menempati ranking 23. Sejumlah cabor mengeluhkan raihan prestasi yang terbilang buruk itu lantaran positioning KONI tidak sebagai orang tua asuh para atlet.

“Melainkan sebatas manajer atlet, ketika ada event baru rekrutmen. Tidak ada pembinaan kontinyu dan simultan dalam kaderisasi potensi atlet,” keluhnya.

Menurutnya, hasil silaturahmi dan pertemuan cabor, di Hotel Grand Metro Minggu (6/12). Muncul persentase anggaran tahunan KONI. Dimana, 50 persen diantaranya dialokasikan bagi cabor, 30 persen pengurus, 20 persen dana tak terduga.

“Tapi faktanya, kita dengar cerita Ketua Komisi IV Dede Muharam, ada salah satu cabor mau berangkat malah rereongan, sementara di KONI kan ada alokasi dana tak terduga,” singgung Agus.

Sejauh ini, kata dia, menjelang musorkotlub mulai muncul sejumlah nama diantaranya H Arif Surahman dan H Asep Budi Sulaeman mantan Ketua Pertina Kota Tasikmalaya. Keduanya figur enerjik dan yakin dapat diandalkan menakhodai wadah keolahragaan KONI.

“Hasil pertemuan lalu, muncul dua nama tersebut. Semoga ke depan siapa pun yang menjabat bisa intens koordinasi dan komunikasi dengan cabor supaya bisa mengatrol kemajuan olahraga daerah,” harapnya.

Berbeda dengan Agus, Ketua Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Kota Tasikmalaya Muslim MSi menginginkan ketua baru tidak hanya manis di awal, tanpa program dan visi yang jelas dalam mengurus KONI. Ia tidak menginginkan pengurus subur makmur, sementara cabor-cabor justru kelaparan dan kurang pembinaan.

“Maka dari itu, kita menginginkan pengurus baru kedepankan transparansi, peduli atlet, punya pemikiran dan konsep jelas dalam memajukan olahraga,” kata Muslim.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya itu menilai pekerjaan berat menanti calon ketua baru. Di samping harus menuntaskan sejumlah persoalan yang ditinggalkan ketua lama, juga dihadapkan pada agenda kegiatan prestisius Porprov 2022.

“Kemarin sudah bermunculan nama-nama, hanya figurnya belum kelihatan. Nanti tergantung rapat koordinasi resmi bersama KONI dan cabor kamis mendatang,” ucapnya.

Banyak parameter dan aspek yang harus dipertimbangkan dalam memilih calon figur ketua mendatang.

Sebab, proporsi kerjanya berat dan tidak akan mudah bangkit dari keterpurukan apabila sinergitas dengan beragam stakeholder tidak terpelihara dengan intens.

“Jadi harus ada solusi dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. Ketua KONI nanti tantangannya itu,” tegas Muslim. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.