Konsen Atasi Air Bersih dan Sanitasi

93
0
PROGRAM. Tenaga ahli Program Monitoring Konsultan Provinsi Jawa Barat Paranata Putra (kanan) menyampaikan sambutan dalam lokakarya program Kotaku di Kota Banjar Rabu (3/7). Cecep herdi / radar tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun ini akan menangani delapan desa dan kelurahan. Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp 10,5 miliar untuk program tersebut.

“Tahun ini kita kerjakan untuk penanganan sanitasi dan air bersih. Sebab untuk penanganan jalan, sanitasi dan lainnya sudah kita kerjakan tahun-tahun sebelumnya,” kata Tenaga Ahli Program Monitoring Konsultan Provinsi Jawa Barat Paranata Putra saat menggelar Lokakarya di Kota Banjar Rabu (3/7).

Ia menjelaskan target Kotaku yakni pengurangan tempat kumuh hingga nol persen sesuai RPJM tahun 2015 sampai 2019.

“Dari tujuh indikator kawasan kota yang kumuh, dua di antaranya di Kota Banjar adalah masalah sanitasi dan air bersih,” kata dia.

Pranata juga menyoroti soal pola hidup masyarakat di bantaran sungai. “Seperti kita ketahui ya, Kota Banjar ini merupakan satu-satunya kota yang dibelah dengan sungai, yakni oleh sungai Citanduy. Dengan adanya itu, masyarakat harus hidup bersih dan sehat, karena apapun program dari pemerintah tidak akan berjalan baik jika masyarakatnya sendiri tidak bisa menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana mengatakan program Kotaku akan rampung pada tahun 2019. Sejak diprogramkan, sudah tertangani hampir lebih dari 80 persen. Sisanya tahun ini 38 hektare dari target selama lima tahun 187 hektare.

“Tahun 2017 sudah terealisasi sekitar 37 hektare, kemudian tahun 2018, 38 hektare penanganan kawasan kumuh. Target sudah diakomodir dalam program Kotaku tahun 2019, insyaallah akan rampung tahun ini dan anggaran terserap semua,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.