Konsep Pentaan Kompleks Olahraga Dadaha Kota Tasik Dinilai tak Jelas

128
0
RUSAK. Kursi besi di seberang bola batu trotoar terlihat rusak di Kompleks Dadaha, Jumat (13/11).

CIHIDEUNG – Penataan Kompleks Olahraga Dadaha dinilai tidak jelas. Tidak ada harmonisasi program penataan antara satu komponen dengan komponen lainnya, dalam mempercantik area sport center yang juga ruang hijau di Kota Resik tersebut.

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Bagas Suryono, menyikapi ramainya respons publik atas adanya penataan trotoar dengan bola batu yang dicat bergambar payung geulis.

Menurutnya, ketika sudah ada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dadaha, dinas lain yang hendak melaksanakan tugasnya dalam kewenangan menggulirkan program di kompleks olahraga harusnya sinergis.

“Kita kan jauh-jauh hari sudah cek ke sana. Yang krusial di sana itu, ada kursi-kursi di seputaran lapangan upacara yang sudah rusak dan tidak berfungsi. Tetapi, tepat di seberangnya Pemkot buat bola batu yang katanya untuk mempercantik,” kata Bagas kepada Radar, Jumat (13/11).

Baca juga : Pekerja Pabrik Pengolahan Kayu di Kawalu Kota Tasik Tewas Masuk Mesin Rotari

Ia menilai dengan tidak harmonisnya setiap instansi yang membuat program pembangunan di Dadaha.

Seolah menunjukkan Pemkot tidak memiliki grand design utuh, dalam memaksimalkan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke kompleks olahraga.

“Seolah ya orientasi masing-masing hanya asal ada kegiatan saja. Harusnya, ketika ada UPTD dinas lain atau pun Disporabudpar sendiri ya bisa menerjemahkan apa yang sebetulnya dibutuhkan di sana untuk dibangun, bukan sekadar ada kegiatan,” papar politisi PAN tersebut.

Menurutnya, ornamen yang dituangkan pada penataan trotoar Dadaha secara kasat mata tidak ada persoalan.

Hanya saja, ketika hendak mempercantik, harusnya bisa berkonsultasi dengan melibatkan praktisi di bidang dekorasi atau lainnya. “Supaya tujuannya sampai. Ini kan malah dikritisi seniman dan budayawan,” keluh Bagas.

“Harusnya kalau ikut tren sedang banyak bola-bola batu seperti itu, ya gimana misalnya supaya ada kesan ikonik dan kekhasan,” sambungnya.

Sementara itu, sejumlah pengunjung Dadaha mengaku pangling adanya hiasan baru di wilayah tersebut.
Dadan Kusniawan (44), warga Cintarasa Kelurahan Empangsari Kecamatan Tawang mengapresiasi Pemkot terus melakukan penataan di wilayah ini.

“Memang sudah harus ditata dipercantik. Tapi, perlu diperhatikan juga aspek kebutuhan pengunjung lah. Seperti kurangnya toilet portable atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS) agar menunjang kemudahan aktivitas pengunjung,” katanya.

Pengunjung lainnya, Nisa Khairunisa (29) mengaku sudah berfoto dengan background bola batu yang berjejer di trotoar Jalan Kompleks Olahraga Dadaha.

Ia berharap kondisi tersebut bisa tetap seperti itu, bersih dari PKL yang kadang menempati trotoar ketika tidak ada petugas pengamanan. “Asal bersih seperti itu, jangan karena jalannya masih ditutup. Bagus kalau tetap bersih, dan lapak PKL-nya rapi,” harap dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.