Konservasi Elang Kamojang Ditutup

226
0
SEPI. Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Blok Citepus Desa Sukakarya Kecamatan Samarang sepi dari pengunjung karena ditutup sementara kemarin (2/12).

GARUT – Siklon tropis dahlia yang melanda Selatan Jawa Barat, berdampak pada operasi Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Blok Citepus Desa Sukakarya Kecamatan Samarang. Wisata edukasi tersebut ditutup sementara dari aktivitas pengunjung.
Manager Operasional PKEK Zaini Rakhman mengungkapkan siklon tropis dahlia membuat kawasan Kamojang diterjang angin besar dan hujan. Sehingga kondisi kandang elang yang ada di PKEK rentan akan berkembangnya virus penyakit yang bisa mengganggu kesehatan elang.
“Kita perlu waktu untuk sterilisasi kandang dan fasilitas lainnya yang berkaitan dengan perawatan elang,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (2/12).
Proses sterilisasi ini, kata dia, bisa memakan waktu paling lama antara tujuh hingga sepuluh hari ke depan. Bergantung pada cuaca apakah membaik atau memburuk. Jika cuaca masih memburuk, perlu waktu lebih lama lagi.
“Akibat cuaca buruk nyaris tidak ada sinar matahari menyinari kandang. Jadi virus penyakit mudah berkembang dan bisa menulari elang yang ada,” kata dia.
Menurut dia, Penutupan PKEK untuk pengunjung ini merupakan langkah terbaik yang bisa diambil agar para pengunjung juga bisa terhindar dari virus yang bisa berkembang di kandang-kandang elang atau terpapar lewat elang yang sakit.
Saat ini, kata Zaini, semua kandang yang ada tengah disterilkan dengan penyemprotan desinfektan meski sebenarnya setiap hari semua kandang dibersihkan dari kotoran oleh para penjaga kandang. Selain itu, elang-elang yang ada pun diperiksa intensif kesehatannya dan diberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
“Saat ini, ada 97 elang yang ada di PKEK, semua kandang disterilisasi dari mulai kandang karantina, perawatan hingga kandang observasi. Kita ingin memastikan tidak ada virus penyakit yang berkembang yang bisa menyerang hewan atau manusia,” katanya.
Zaini menambahkan elang yang masuk ke PKEK, yang kebanyakan sitaan petugas Polisi Hutan dari peliharaan warga, tidak semuanya sehat. Makanya, bisa saja penyakit terbawa elang yang sakit saat masuk kemudian virusnya berkembang didukung oleh cuaca yang lembap.
“Langkah pertama saat elang tiba di PKEK, pasti diperiksa kesehatannya, tidak semuanya sehat, ada beberapa yang sakit,” jelasnya.
Zaini mengatakan manajemen PKEK memohon maaf dan permakluman dari para pengunjung yang akan ke PKEK dalam waktu dekat tidak bisa masuk kawasan PKEK. Dirinya berharap, cuaca bisa membaik beberapa hari ke depan agar proses sterilisasi bisa lebih cepat.
Zaini menambahkan, PKEK sendiri, selama ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi di Garut yang tidak dipungut bayaran. Dalam satu bulan, pengunjung yang kebanyakan kalangan pelajar dan mahasiswa jumlahnya rata-rata antara 800 hingga 1.000 orang. Selain itu, tidak sedikit mahasiswa yang melakukan penelitian di PKEK.
Biasanya, kata dia, untuk rombongan besar pengunjung yang kebanyakan dari sekolah harus mengajukan jadwal terlebih dahulu agar kunjungan tidak sampai mengganggu kegiatan rehabilitasi elang. Selain itu, pengelola pun bisa menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan tujuan kunjungan dari rombongan pengunjung. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.