Konsumsi Ikan di Pangandaran Masih Kurang

9
RAMAI. Suasana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bojongsalawe Kecamatan Parigi Rabu (14/8). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
RAMAI. Suasana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bojongsalawe Kecamatan Parigi Rabu (14/8). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Konsumsi protein di Kabupaten Pangandaran masih dianggap kurang, jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi nasional.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rusyana mengatakan mengatakan untuk konsumsi protein hewani dan nabati, angkanya masih kalah jika dibandingkan dengan konsumsi nasional.

”Dengan jumlah penduduk 400 ribu jiwa, konsumsi proteinnya masih sedikit,” katanya kepada Radar, saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (14/8).

Untuk konsumsi ikan, lanjut dia, rata-rata orang Pangandaran baru mencapai angka 22 kilogram per tahun.

“Per kapitanya masih jauh bila dibandingkan dengan tingkat konsumsi nasional yang mencapai 24 kilogram, atau Jepang yang mencapai 70 kilogram per tahun,” terangnya.

Padahal Pangandaran sangat kaya akan sumber protein dari laut. ”Sepertinya harus digencarkan terus gemar makan ikan, terutama di kalangan anak-anak dan remaja,” jelasnya.

Menurut dia, Pangandaran sebenarnya kaya akan sumber protein baik itu hewani maupun nabati. Seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

”Untuk sapi saja kita malah bisa mengirim ke luar daerah, untuk produksi sayuran juga lumayan,” katanya.

Salah seorang pengecer ikan di Bojongsalawe Siti Fatimah (40) mengatakan sebenarnya banyak masyarakat Pangandaran yang senang mengonsumsi ikan setiap hari. ”Kata siapa sedikit, saya kalau jualan banyak yang beli kok,” katanya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.