Kontes Ayam di Gor Ciateul Dikecam

128
0
Loading...

TAROGONG KIDUL – Video kontes ayam di Gedung Olahraga (Gor) Ciateul Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul viral di jejaring sosial. Beberapa warga pun mengecamnya.

“Kami sayangkan kenapa kontes seperti itu (kontes ayam) seperti dibiarkan oleh pengelola gedung. Kan kontes itu melanggar,” ujar Riana Abdul Azis, salah satu aktivis mahasiswa Garut kepada wartawan Senin (8/7).

Hal senada dikatakan Ridwan (35), salah satu warga di sekitar Gor Ciateul. Dia menduga kontes ayam yang diikuti puluhan masyarakat itu tidak mengantongi izin dari RT dan RW. “Tidak ada izinnya. Saya juga kaget ada kegiatan di Gor, itu kan bangunannya belum jadi,” terangnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Kuswendi menyebut acara yang diadakan PPAKN itu tak mengantongi izin. Namun dia mengakui sempat ada yang mengajukan izin ke kasi sarana, namun ditolak. “Harusnya tidak ada kegiatan itu. Saya sebagai kadispora tidak pernah mengeluarkan izin,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) Kabupaten Garut tak terima kegiatan yang diadakan di Gor Ciateul disebut tak berizin. Panitia menyebut kegiatannya sudah mengantongi izin dari pemerintah dan kepolisian. “Kami sudah ajukan izin ke Dispora, tapi ditolak. Soalnya Gor itu ranahnya ada di Dinas PUPR, kan belum selesai dibangun,” ujar penasihat PPAKN Garut Pisa Ismail Saleh kemarin.

Panitia lantas mengajukan izin ke Dinas PUPR Garut dan sudah disetujui. Bahkan dari RT, RW, desa, kecamatan, Polsek dan Polres juga memberikan izin.

Ia pun menolak kontes yang diadakan PPAKN disamakan dengan sabung ayam. Menurutnya, kegiatan itu murni kontes, seperti adu ketangkasan domba. Bahkan tak ada perjudian yang dilakukan para peserta dalam kontes. “Bukan bulan lalu kejadiannya juga (kontes ayam). Itu sudah lama acaranya. Sekitar bulan September atau Oktober 2018,” katanya.

Loading...

Kontes ayam itu, lanjut dia, diikuti peserta dari Garut dan beberapa kota lain. Peraturan kontes pun seperti olahraga tinju. Setiap ayam terkena pukulan, maka akan mendapat poin. “Tidak ada judi seperti yang ramai beredar. Kami tak terima disamakan dengan sabung ayam. Waktu acara anggota Polsek sama Polres juga datang kok,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.