Kontroversi Ballon d’Or 2018

48
0

KOMORO – Struktur voting Ballon d’Or tengah mendapatkan perhatian tinggi, terlebih sejak Luka Modric mengklaim penghargaan pemain terbaik eropa, Senin pekan lalu dari tangan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Kini isu hangat baru berkembang setelah ditemukannya sebuah kejanggalan, dalam suara yang diberikan oleh salah satu voter-nya, mewakili negara Komoro. Adalah jurnalis bernama Abdou Boina yang terdaftar sebagai koresponden albaladcomores.com.

Yang menariknya, Boina yang mewakili negara Arab terkecil nomor dua setelah Bahrain itu, memilih Kylian Mbappe, Modric, Cristiano Ronaldo, Eden Hazard dan Mohamed Salah, sebagai calon penerima Ballon d’Or.

Namun menurut salah satu media lokal di Komoro, Al-watman, jurnalis bernama Boina tidaklah pernah ada dan bahwa situs yang terpampang di sebelah namanya, Albaladcomores.com sudah ditutup sejak tahun 2012 lalu.

“Saya kira saya sedang berhalusinasi saat membaca nama Albalad Comores masih ada. (Media) ini ditutup enam tahun lalu dan tidak pernah ada jurnalis bernama Abdou Boina di sana,” kata Toiminou Abdou, seperti dikutip Marca.

Jurnalis itu meyakini jika tidak pernah ada jurnalis olahraga dengan nama Abdou Boina, yang bekerja untuk media tersebut.

“Kami punya dua reporter olahraga, Abdoul Youssouf untuk (Albalad Comores) edisi Prancis dan Sharif Ousseine untuk edisi Arab,” ujar Toiminou Abdou mengungkapkan.

Atas temuan kontroversial ini, presiden asosiasi wartawan Komoro, Stepahne Ahamadi, juga angkat bicara. Ia membenarkan jika tidak ada data yang menyatakan bahwa Abdou Boina, adalah seorang jurnalis yang terdaftar di dewan pers negara itu.

“Tidak ada satu pun catatan yang menyebutkan tentang Abdou Boina (di Komoro). Saya bisa memahami jika ternyata ada kesalahan yang dilakukan pihak France Footbal jika jurnalis ini ternyata milik (media) lain. Tetapi, (jika bicara soal nama Abdou Boina), orang ini tidak nyata,” katanya.

Tidak cuma itu, penggunaan bendera Komoro dalam voting tersebut, juga telah memancing kemarahan negara kepulauan yang terletak di kawasan Samudera Hindia itu, lantaran, gambar bendera yang digunakan adalah bendera lama yang digunakan antara tahun 1996 hingga 2001, sebelum akhirnya mengalami perubahan.

Hal ini terungkap setelah Lasana Liburd, koresponden dari Trinidad dan Tobago, mengklaim jika nama-nama pemain yang telah ia pilih sebelumnya, ditampilkan dalam urutan yang salah.(ruf/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.