Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.3%

8.1%

67.4%

Kopi Buhun Cigalontang Tasik, Hasil Kolaborasi Sepuh Vs Milenial

61
0
MENGELOLA. Kolaborasi petani muda dan sepuh menghasilkan produk kopi unggulan. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

CIGALONTANG – Saat ini, minuman kopi seolah merupakan hal yang wajib untuk dinikmati. Apalagi, sekarang mulai menjamur kedai-kedai kopi yang menyajikan ciri khasnya masing-masing.

Hal itu jelas menjadi peluang bagi muda-mudi di Desa Cigalontang untuk menciptakan kopi berkualitas.

Baca juga : Balqis Juara BSI Talent Squad Kota Tasik

Para petani muda di Desa Cigalontang terus menunjukkan semangat untuk melestarikan tanaman kopi yang sudah terkenal di daerah tersebut.

Kemudian menciptakan kolaborasi dengan petani sepuh untuk menciptakan kopi-kopi yang berkualitas. Khususnya jenis kopi soka robusta.

“Kalau dulu itu hanya menanam komoditas kecil-kecilan, tapi setelah ada turun SK dari Kementerian Kehutanan soal penggarapan lahan, membuat para petani bersemangat karena mempunyai hak lebih untuk memanfaatkannya,” kata Rizki, petani kopi kepada Radar, Selasa (30/6).

Kata Rizky, dari kementerian menginstruksikan petani sepuh lebih bersinergi dengan kaum milenial agar dapat berinovasi menanam kopi besar-besaran di lahan hutan lindung.

“Alhamdulillah hasil kerja sama, kopi soka robusta Cigalontang dapat diterima baik oleh pasar. Penjualan kopi secara online memanfaatkan jejaring sosial untuk penjualan sudah masuk Jawa, Bali, Jakarta dan Lampung,” ujarnya.

Tempat yang sama, petani sepuh asal Desa Cigalontang, Puloh mengatakan hasil pertanian kopi sudah terkenal sejak dulu. Namun, kondisi pertanian dan pemasarannya masih terbatas.

“Memang di Cigalontang, khususnya Cigadog sudah terkenal kopi soka robusta sejak 1992 yang sekarang disebut kopi buhun oleh petani,” katanya.

Kata dia, mulai 2016 ada bantuan pupuk poska dari pemerintah, di mana kalau dulu hanya secara manual dengan pupuk seadanya dari alam.

Namun untuk hasilnya juga kurang memuaskan hanya untuk konsumsi sendiri paling sebagian dijual ke pengepul.

Baca juga : Warga Cigalontang Tasik Budidaya Ikan Koi, Ternyata Menjanjikan

“Setelah ada bantuan bibit kopi dan pupuk dari pemerintah warga mulai menanam kopi lebih banyak untuk hasilnya juga lumayan memuaskan,” kata dia menambahkan.

Apalagi, kata dia, sekarang banyak para petani muda yang ikut terjun menggeluti pertanian kopi. Sehingga lahir inovasi-inovasi dan cara memasarkan yang lebih mudah. (obi)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.