Kopi Jadi Daya Tarik di Galunggung

163
0
ISTIMEWA KOMPAK. Peserta diskusi usaha kopi kompak foto bersama usai acara, Kamis (28/11).
Loading...

TASIK – Objek Wisata Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya didukung untuk bisa dijadikan sebagai Geopark Global UNESCO. Sehingga tidak hanya sebagai Geopark Nasional saja. Hal tersebut terungkap dalam diskusi Pengembangan Usaha Kopi Dalam Menunjang Daya Tarik Geopark Galunggung, di Hotel Grand Metro, Kamis (28/11) .

Kegiatan yang dilaksanakan Badan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata bersama anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ustaz Toriq Hidayat ini diikuti seluruh stakeholder. Diskusi ini pun tidak hanya sekadar membahas mengenai potensi Gunung Galunggung untuk menjadi Geopark Global UNESCO saja, akan tetapi membahas faktor pendukung lainnya yang bisa menjadi daya tarik, yaitu kopi.

“Pengembangan usaha kopi bisa menjadi penunjang menjadi daya tarik untuk Geopark Galunggung. Selain dukungan dari pembangunan infrastruktur, sarana transportasi serta fasilitas lainnya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Safari Agustin saat membuka acara diskusi, kemarin.

Safari juga menuturkan bahwa potensi wisata di Kabupaten Tasikmalaya tidak kalah dengan potensi wisata di daerah lain. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sedang menyusun berbagai trip wisata Galunggung dengan objek wisata lainnya. Terlebih saat ini, dukungan transportasi cukup memadai untuk menyusun trip wisata Galunggung dengan daerah lain.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ustaz Toriq Hidayat menuturkan dirinya sangat mendukung agar Gunung Galunggung dapat menjadi Geopark Global UNESCO.

Sebagai putra Kabupaten Tasikmalaya, Toriq berharap keberadaan Gunung Galunggung menjadi berkah bagi masyarakat. “Bukan sesuatu yang mustahil apabila Gunung Galunggung menjadi Geopark Global. Serta didukung oleh kreativitas masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.

Sebagai objek wisata, kata Toriq, Galunggung harus memiliki daya tarik sehingga orang mau berkunjung. Salah satu daya tarik yang menjadi potensi adalah kopi. “Saya berharap ketika orang berbicara tentang Tasikmalaya, maka akan bicara tentang Geopark Galunggung, kemudian juga berbicara tentang kopi. Banyak hal yang bisa dikembangkan terkait dengan kopi yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ini. Kopi merupakan bagian dari kuliner yang dapat menunjang ekonomi kreatif dan pariwisata,” jelasnya.

Loading...

Toriq juga berharap ke depannya dapat berkembang kopi yang menjadi ciri khas Tasikmalaya. Paslanya Indonesia termasuk sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Daru Handojo, ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia menuturkan bahwa pariwisata masuk pada kategori usaha jasa sehingga harus memiliki keunikan, kreativitas, kemudian menjadi kenangan, penikmatnya beragam, pengembangan tanpa batas.

“Elemen dasar pariwisata itu adalah akomodasi, fasilitas penunjang, fasilitas komunikasi dan daya pembeda. Kopi sebagai salah satu daya tarik, maka harus berkualitas. Kualitas dari apa saja ? Dari penyajian, rasa, tampilan, pelayanan, kebersihan, sehingga biarkan kopi itu yang berbicara, tapi harus kita yang bercerita,” paparnya. (tin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.