Kekerasan Seksual Diawali dari Lemahnya Pengawasan Keluarga

Korban Pelecehan Seksual di Tasikmalaya Jalani Visum

191
0
Ato Rinanto

SINGAPARNA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya akan memberikan pendampingan psikologis terhadap Ris (15), korban pelecehan seksual yang diduga secara bergilir di Kecamatan Cigalontang.

Ketua KPAID, Ato Rinanto menjelaskan korban sangat membutuhkan pemulihan traumanya. Karena, kekerasan seksual yang dialaminya cukup berat. Apalagi, dia juga sempat disekap selama tiga hari oleh para pelaku. “Makanya kita akan lakukan pendampingan. Termasuk menyelamatkan hak-haknya sebagai anak,” terangnya.

Ato menyayangkan kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi. Persoalan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Terlebih, peran keluarga sangat penting dalam perkembangan pergaulan dan mentalitas anak.

“Pangkal dari kejahatan atau kekerasan apa pun jenisnya, muaranya dimulai dari keluarga. Ketika lingkungan keluarganya menjadi tempat tak nyaman dan aman, dari situ lah muncul benih-benih kekerasan dan kejahatan,” jelasnya.

Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ali SH menjelaskan bahwa korban sudah menjalani visum di RSUD SMC untuk kepentingan penyidikan. “Mudah-mudahan hasilnya bisa keluar setelah lima hari,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, kedua pelaku KF (20) dan RM (17) sudah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan. Alat bukti sudah cukup untuk menetapkan keduanya menjadi tersangka. “Pertama keterangan saksi dan korban, juga nanti hasil visum,” paparnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.