Korban Keracunan di Mangkubumi Kota Tasik Sembuh 100%, Penyebabnya?

701
0
radartasikmalaya.com
Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf saat menengok korban keracunan massal di SDN Puspasari Mangkubumi, Jumat (09/10) lalu. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, korban keracunan massal di Kecamatan Mangkubumi kini sudah 100% sembuh.

Artinya, kata dia, sudah tak ada lagi pasien yang mendapatkan perawatan, baik di Puskesmas Karanganyar, Puskesmas Mangkubumi, RSUD dr Soekardjo maupun RS TMC, akibat keracunan massal.

“Untuk keracunan massal di Mangkubumi, sampai saat ini sudah 100 persen sembuh,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Senin (19/10) sore.

Terang dia, untuk penyebab utama keracunan massal itu hingga kini belum juga diketahui. Pasalnya, Labkesda Jabar tak kunjung mengirimkan hasil uji laboratorium terhadap sample makanan yang diduga jadi penyebab keracunan.

“Kita masih menunggu hasil lab dari Labkesda Provinsi Jabar. Jadwalnya harus kemarin Jumat, cuman ada penundaan karena kendala teknis,” terangnya.

“Itu bisa kita pahani karena biakan kuman memang butuh waktu. Sampai hari ini tadi saya konfirmasi ke bagian P2P hasilnya belum juga kita terima. Ya mudah-mudahan dalam 2-3 hari kedepan sudah bisa diterima hasilnya,” sambungnya.

Dia menambahkan, hasil lab itu sangat penting untuk diketahui hasilnya. Apalagi sample makanan yang dikirimnya ke Bandung tak hanya satu jenis saja.

“Tak hanya satu yang kita kirim sample itu. Tapi menu utamanya nasi dan lauknya, air minumnya, snacknya juga kita kirim. Lebih dari 5 item,” tambahnya.

Tapi yang jelas, kata dia, hasil pemeriksaan pasien dari vesesnya didapatkan bakteri amoeba yang jumlahnya lebih daripada normal.

“Kemudian hasil dari pemeriksaan lingkungan dari sample air di wilayah tersebut apakah di rumah yang punya acara dan bbeerapa tempat didapatkan beberapa kuman coliform, amoeba dan ecoli.

“Nah ini bisa juga menyebabkan diare apabila mengkontaminasi makanan dan dikonsumsi masyarakat. Ini juga lagi kita lihat kolerasi kesehatan lingkungan dengan keracunan yang terjadi kemarin,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.