Korban Keracunan Massal di Mangkubumi Kota Tasik Tinggal 19 Orang Lagi

91
0
radartasikmalaya.com
Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf saat menengok korban keracunan massal di SDN Puspasari Mangkubumi, Jumat (09/10) lalu. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kasus keracunan massal di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya kini mulai melandai.

Dari total 215 korbannya, sore ini yang dirawat di Puskesmas Mangkubumi sudah tak ada.

Informasi yang dihimpun radartasikmalaya.com, Senin (12/10) sore, total pasien yang masih mendapatkan perawatan adalah 19 orang. Ini rinciannya:

1. Jumlah kasus total 215 pasien.

– Dirawat 19 pasien.
– Sembuh 196 pasien.

2. Kelompok umur:

– Anak-anak 87.
– Dewasa 108.
– Lansia 20.

3. Tingkat gejala sakit:

– Sakit ringan 196.
– Sakit sedang 2.
– Sakit berat 17.

4. Keadaan sekarang yang dirawat:

Jumlah pasien dirawat 19 orang

– Dirawat di RSUD 16 pasien.
– Dirawat di TMC 1 pasien.
– Dirawat di Puskesmas Mangkubumi 0.
– Dirawat di Puskesmas Karanganyar 2 pasien.

Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf bersyukur saat ini kondisi pasien keracunan massal banyak yang pulih dan pasien yang masih dirawat pun tinggal 19 orang.

“Alhamdulillah sudah banyak yang sembuh. Trendnya positif banyak yang sembuh,” ujar Yusuf kepada radartasikmalaya.com, Senin (12/10) sore.

Terang dia, Tim Dinkes, BPBD, Dinsos, Puskesmas dan para pemuda cepat tanggap menangani dan memulihkan para korban keracunan massal ini.

“Dukungan logistik untuk penanganan para korban kita siapkan semuanya. Dengan penanganan yang ekstra, saya optimis sejak Jumat (9/10) lalu semua korban bisa sembuh,” terangnya.

Meski demikian, Yusuf sempat menyesalkan adanya kegiatan yang mengundang warga tanpa berkoordinasi dengan gugus tugas. “Saya khawatir ada dampak lain terjadinya penyebaran Covid-19,” sesalnya.

“Saya instruksikan kepada gugus tugas untuk melakukan tracing, rapid tes, dan swab kepada korban yang sudah sembuh. Dan BPBD agar segera menyemprot sekolah yang sudah digunakan untuk lokasi perawatan,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Dinkes) Kota Tasik, Titie Purwaningsih mengaku belum mendapatkan informasi detail apa penyebab keracunan massal tersebut.

“Uji sample makanan dan air di laboratorum di Bandung belum keluar sampai sore ini. Nanti kalau sudah ada saya infokan,” singkatnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.