Korban Pembacokan Akhirnya Tewas

534

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

GARUT KOTA – Mustofa (52), aparat Desa Pasanggarahan Ke­ca­matan Sukawening yang menjadi korban pembacokan kepo­nak­an­nya akhirnya meninggal. Setelah tiga hari menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Berdasarkan informasi dari pihak keluarga dan kepala desa, korban sudah meninggal pada Rabu (15/8) sekitar pukul 22.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Asep Mulyana SIP Msi saat dihubungi Rakyat Garut, Jumat (17/8).

Menurut dia, korban meninggal akibat mengalami pendarahan di otak karena diduga benturan saat pembacokan yang dilakukan oleh pelaku.

“Informasi katanya ada pendarahan di otak,” terangnya.

Asep meminta pihak kepolisian untuk secepatnya menangkap pelaku pembacokan perangkat Desa Pasanggrahan ini.

“Kami minta secepatnya polisi menangkap pelaku, karena sangat berbahaya,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengaku masih mengejar pelaku pembacokan perangkat desa yang juga pamannya sendiri.

“Kita masih kejar, target secepatnya pelaku tertangkap,” terangnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Garut AKP Auliya Rifqie A Djabar SIK mengatakan kasus pembacokan terhadap  Mustofa (52), perangkat Desa Pasanggrahan Kecamatan Sukawening bermotif dendam pribadi.

“Dugaan sementara motif pembacokan itu karena dendam pribadi yang sudah lama, “ ujarnya saat ditemui di Mapolres Garut,  Rabu (15/8).

Terkait detail dendam apa, kata dia,  pihaknya belum mengetahui secara pasti,  karena pelaku belum tertangkap.  Sementara korban ketika dimintai keterangan kondisinya masih lemah.

“Kami masih mengejar pelaku, identitasnya sudah kami kantongi.  Untuk korban masih kritis,” terangnya.

Menurut dia,  berdasarkan keterangan dari beberapa saksi, korban dan pelaku ini merupakan paman dan keponakan. Keduanya tidak akur karena mempunyai sebuah masalah,  yang saat ini belum diketahui.

“Katanya masalah keluarga,  sehingga pelaku dendam kepada korban dan membacok, “ terangnya.

Dia berjanji akan terus mengejar pelaku untuk menangkapnya.  Diduga pelaku belum melarikan diri ke tempat yang jauh.

“Kami menduga masih berada di wilayah Garut. Jadi kami terus fokuskan mencarinya. Secepatnya kita akan tangkap,” tandasnya. (yna)

loading...