Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Korban Penipu CPNS Mencapai Ratusan Orang, Keruk Untung Rp 5,7 Miliar

23
0

JAKARTA- Masyarakat yang berminat mengikuti rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus ekstra hati-hati. Jangan sampai mengalami kerugian karena iming-iming oknum yang akhirnya menjadi korban penipuan.

Sebab banyak terjadi penipuan dari orang yang tidak bertanggung jawab, khususnya menjelang pendaftaran CPNS yang direncanakan dibuka Oktober tahun ini.

Hal ini terkuak usai Polda Metro Jaya mengungkap kasus penerimaan CPNS yang telah berlangsung sejak 2010. Dengan total kerugian mencapai Rp 5,7 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tersangka HB alias Bima beraksi sejak Juni 2010 hingga Juni 2018 di wilayah Jakarta Timur dan Tangerang Selatan.

“Ya, jumlah seluruh uang yang sudah diterima tersangka berdasarkan bukti 128 lembar kuitansi senilai Rp 5.731.000.000 yang merupakan uang milik para peserta (CPNS, Red),” kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, kemarin (14/8).

Uang tersebut diterima tersangka HB secara bertahap. Setiap tersangka menerima uang. Lalu uang tersebut langsung digunakan untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam.

Tersangka mencari korbannya dengan melihat daftar nama tenaga honorer di internet, lalu menghubungi korban seolah-olah tersangka bisa membantu korbannya untuk lolos menjadi PNS.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku sebagai PNS dengan menggunakan kartu pengenal Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kemenpan-RB dan Kemendikbud serta selalu berpakaian necis.

“Jadi untuk meyakinkan, korbannya ini disuruh datang ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di lantai 3. Di sana tersangka dengan pakaian safari menemui korban dan menyampaikan namanya sudah ada di SK,” kata Argo.

Korban yang melihat namanya tertera dalam SK pengangkatan PNS langsung percaya dengan ucapan pelaku dan langsung menyetorkan sejumlah uang. Pelaku juga menunjukkan mutasi rekening harian palsu dan menyampaikan seandainya korban tidak diterima uangnya akan dikembalikan.

Setelah ditunggu-tunggu, tetapi tidak kunjung diangkat menjadi PNS, korban pun merasa tertipu dan melaporkan ke Polda Metro Jaya. Argo mengatakan korbannya tidak hanya dari Jakarta, ada juga yang berasa dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Untuk itu, Argo mengimbau kepada para korban yang merasa pernah ditipu pelaku untuk melapor ke Polda Metro Jaya. Diperkirakan ada lebih dari ratusan orang yang telah menjadi korban penipuan berkedok penerimaan CPNS, yang telah berlangsung sejak 2010.

“Penipuan tersebut dilakukan oleh tersangka HB alias Bima dengan sasaran karyawan honorer Kategori II (K2) dengan iming-iming bisa membantu proses pengangkatan menjadi PNS,’ ungkap dia.

“Tadi saya tanya ke tersangka kira-kira berapa orang, dia sudah lupa, korban yang dia ingat hanya 99 orang, padahal dari 2010 hingga sekarang. Ya bisa jadi ratusan,” paparnya.

Perwakilan dari Biro SDM Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Agam mengatakan penerimaan CPNS sangat transparan dan sama sekali tidak melibatkan tatap muka dan perantara.

“Segala prosedur yang terkait dengan penerimaan CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dilakukan tanpa mekanisme pertemuan tatap muka,” kata Agam, di Mapolda Metro Jaya.

Dia mengimbau masyarakat tidak tertipu oleh oknum yang ingin membantu atau menolong dengan menjadi perantara CPNS maupun PPPK dengan imbalan. (king/ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.