Korban Pergerakan Tanah di Ciamis Minta Direlokasi

88
0
BENCANA. Bencana alam terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Ciamis, baik itu banjir genangan luapan air sungai, pergeseran tanah dan longsor, Minggu (10/6).
Loading...

CIAMIS – Longsor, banjir hingga pergerakan tanah terus terjadi di berbagai daerah di Kabupaten Ciamis. Seperti terjadi di Sukamantri, Cisaga, Pamarican, Kawali, Panawangan dan beberapa kecamatan lainnya.

Hal itu diungkapkan Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Waluya kepada Radar, Minggu (10/1).

Kata dia, longsor, pergerakan tanah dan banjir terjadi karena cuaca beberapa hari ini hujan dengan intensitas yanh cukup lama. Berbagai bencana ini sering terjadi ketika musim hujan, sehingga semuanya harus meningkatkan kewaspdaan.

“Termasuk para anggota disiapkan 24 jam, khawatira terjadi bencana yang membahayakan masyarakat, sehingga kita bisa menanggulanginya dengan cepat,” ujarnya, menjelaskan.

Ade menjelaskan, untuk kejadian longsoran seperti Sukamantri, Cisaga di antaranya TPT dekat rumah hingga mengancam bangunan tersebut.

Loading...

Sementara untuk Kawali dan Panawangan sejauh ini masih terus laporan mengenai pergerakan tanah, dengan puluhan rumah yang retak dan sebagian sudah ada yang mengungsi, karena rumahnya rusak parah.

Baca juga : Lagi, Atap Bangunan SD Pakai Baja Ringan di Ciamis Ambruk

Memang lokasi rumah yang terkena pergeseran tanah tersebut berlokasi di tebing dan banyak kolam-kolam, sehingga bila ada hujan sangat rentan terjadinya pergerakan tanah dan longsor.

“Makanya kami imbau kepada masyarakat bila rumahnya yang di lereng atau pegunungan alangkah baiknya, tidak ada kolam serta selalu bikin saluran air dekat rumah,” paparnya.

Terpisah, Plt Kabid Darlog BPBD Kabupaten Ciamis Memet Hikmat mengatakan, memang saat ini Ciamis intensitas hujan tinggi, berbagai kejadian bencana terjadi seperti banjir luapan air sungai, kejadian yang tersambat petir, longsor dan pergerakan tanah.

“Kami terus melakukan berupaya menyikapi bencana ini dalam menyelamatkan masyarakat yang terkena dampak. Kemudian setelah bencana pun kota bantu kebutuhan logistik masyarakat yang menjadi korban,” katanya.

Kepala Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Ana Rusliana mengatakan bahwa kondisi pergerakan tanah di wilayahnya masih terus terjadi.

Bahkan longsoran kecil juga terus terjadi di setiap rumah yang mengalami retakan. Makanya sekitar 25 rumah telah diungsikan ke rumah saudara dan rumah kosong, sekarang masyarakat menanti relokasi.

“Apapun nanti keputusan Badan Geologi masyarakat tetap akan meminta relokasi, karena merasa tidak aman lagi tinggal,” paparnya.

Ana menyampaikan bahwasanya dengan kondisi sekarang yang mengkhwatirkan , beberapa masyarakat yang terkena mpergerakan tanah sudah banyak yang sakit dan diperiksakan di pusat inpormasi/posko obat-obatan dari bidan Puskesmas.

“Masyarakat yang mengungsi saat ini banyak beban pikiran jadi pada sakit, harapan mereka ingin ada kepastian kapan akan direlokasi,” tuntasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.