Korban Retakan Tanah di Ciamis Bakal Terima Bantuan Material

72
0
MENINJAU. Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat meninjau lokasi retakan tanah di Kecamatan Kawali dan Panawangan, Selasa (26/1). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengunjungi dua lokasi retakan tanah di Dusun Sukamaju Desa Talagasari Kecamatan Kawali dan Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan, Selasa (26/1) sekitar pukul 09.00.

Peninjauan lokasi tersebut untuk dilakukan pendataan siapa saja yang berhak dan layak mendapatkan bantuan bahan bangunan rumah (BBR). Hal itu diungkapkan Plt Kabid Balinsos Dinas Sosial Ace Hidayat SIP kepada Radar, kemarin.

Kata dia, kedatangan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Limjamsos) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Dra Enok Komariah untuk meninjau dua titik lokasi retakan di Panawangan dan Kawali.

“Jadi akan ada bantuan yang namanya BBR atau bahan bangunan rumah, namun itu juga beberapa rumah yang memang disarankan relokasi oleh Geologi atau prioritas,” jelas Ace.

Baca juga : Status Ciamis Pindah ke Zona Oranye

loading...

Ace menambahkan, memang dari Geologi hasilnya sudah turun terkait relokasi, nanti bupati menyatakan relokasi ke daerah yang jauh lebih aman dari sebelumnya.

Nantinya setelah dinyatakan harus relokasi, dari Kementrian Sosial ada bantuan bahan bagunan rumah (BBR) , jadi bantuanya bukan nominal uang melainkan bahan bangunan rumah. “Bantuan ini belum sekarang, masih menunggu keputusan dari bupati juga apakah relokasi atau tidaknya,” paparnya.

Kata dia, tahapan atau kunjungan tadi hanya melakukan pengecekan kebenaran ke lokasi serta berapa rumah yang memang kena dampak dan layak mendapatkan batuan tersebut.

Tentunya memang hasil pantuan banyak rumah yang sudah hancur, bahkan sudah ditinggal pemiliknya mengungsi. Bahkan akses jalan juga di Kecamatan Kawali sudah ditutup.

“Jadi kita data dulu secara rinci, baru setelah itu diajukan dan nantinya ada verifikasi data lanjutan,” ujarnya.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Waluya mengatakan, hasil Peneliti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jawa Barat Maryono sudah keluar bahwa ada beberapa rumah di Panawangan dan Kawali yang harus direlokasi.

Memang saat pihaknya tinjau juga bersama Dinas Sosial Provinsi dan Dinsos Kabupaten Ciamis retakanya sudah parah. Tentunya saat ini musim hujan tiba, sehingga sangat khwatir kembali bergerak lagi.

“Makanya saya imbau atau sarankan gerakan tutup retakan tanah harus terus dilakukan secara bertahap, agar aliran air tidak masuk ke dalam retakan tersebut,” imbaunya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.