Korban Retakan Tanah di Panawangan Ciamis Berharap Segera Direlokasi, Sukamaju Alih Fungsi Lahan

49
0
ISTIMEWA TANAH RETAK. Retakan terus bertambah di Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, Senin (18/1).
Loading...

CIAMIS – Warga yang terdampak retakan tanah di Dusun Sukamaju Desa Talagasari Kecamatan Kawali sepakat dengan rencana BPBD Kabupaten Ciamis terkait alih fungsi lahan dalam penanggulangan bencana ini.

Kepala Dusun Sukamaju Desa Talagasari  Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis Lili mengatakan, alih fungsi lahan yang direncanakan oleh BPBD yakni kolam ikan disulap menjadi kebun palawija atau tanaman-tanaman keras.

“Mudah-mudahan dengan upaya alih fungsi lahan ini, bencana retakan tanah bisa teratasi dengan baik,” harapnya kepada Radar, Selasa (18/1).

“Warga sangat setuju sekali soal alih fungsi lahan dalam penanggulangan bencana retakan tanah ini. Maka dari itu, kami akan mulai melakukannya dalam waktu dekat ini,” ujarnya, menambahkan.

Selain itu, kata dia, pihaknya akan berupaya menutupi retakan-retakan tanah di perumikan warga. Dengan harapan ketika hujan, airnya tidak terlalu deras masuk ke dalam retakan tersebut, sehingga bisa meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

loading...

Baca juga : Petugas Gabungan Ciamis Razia PPKM di Kawasan Wisata & Objek Vital

Menurut dia, warga sebenarnya merasa keberatan harus direlokasi atau pindah dari area permukiman ini. Karena, semuanya sudah tinggal di lokasi ini sejak lama dari beberapa generasi. Namun, ketika diberikan solusi awal dalam penanggulangannya, warga sangat menyambut baik dan akan menjalankannya.

“Kami semua sudah lama tinggal di sini, kalau relokasi sangat berat sekali. Tentunya itu jalan terakhir kalau sudah berusaha susah tetap ada retakan baru mungkin pindah. Tapi kami akan berupaya menjalankan saran-saran dari BPBD terkait alih fungsi lahan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Ana Rusliana menambahkan, pihaknya akan menyampaikan kepada masyarakat yang terkena dampak terkait alih fungsi lahan sebagai upaya penanggulangan retakan tanah.

“Mudah-mudahan masyarakat bersedia mengganti kolam ikan menjadi tanaman-tanaman palawija dan tanaman keras,” katanya.

“Upaya BPBD memang bagus, mencari cara lain dalam menanggulangi bencana retakan tanah dengan alih fungsi lahan. Namun tetapi kami kembalikan kepada masyarakat nanti mau atau tidaknya kami akan merundingkannya dulu,” ucapnya.

Sejauh ini, kata dia, retakan masih terjadi setiap kali hujan. Bahkan di beberapa titik ada yang semakin panjang dan lebar retakannya.

“Banyak rumah yang sudah nyaris ambruk. Tebing sudah banyak longsor, kolam bocor, jalan retak juga. Makanya masyatakat kami sudah ketakutan, semua ingin sekali pindah,” tuntasnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.