Korda GMNU Kecam Para Pejabat Pemkot Tasik yang Ngabring ke ZONA MERAH

199
0
radartasikmalaya.com
Pertemuan Para Kepala SKPD Pemkot Tasik di Sleman, Kamis (03/12) siang. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Dinas luar para Kepala SKPD Kota Tasikmalaya ke Kabupaten Sleman Yogyakarta, sejak Kamis (03/12) kemarin hingga Jumat (04/12), mendapat “tanggapan hangat” dari berbagai pihak.

Pasalnya, dinas luar tersebut dilaksanakan ke zona merah danpada saat yang sama ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik gencar mengingatkan masyarakat agar tak berkunjung ke zona merah pandemi Covid.

Koordinator Daerah Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (Korda GMNU) Kota Tasikmalaya, Miftah Farid angkat bicara soal ini.

Kata dia, dinas luar tersebut tak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat Kota Tasik, yang saat ini dituntut untuk waspada penyebaran Covid-19.

Apalagi selain agenda dinas luar, juga tersiar kabar kunjungan kerja ke daerah tersebut sekalian perpisahan 3 kepala SKPD yang baru saja pensiun, belum lama ini.

Loading...

“Kalau mengimbau masyarakat tentunya harus memberi contoh lewat sikap. Bukan memberikan contoh edukasi yang tidak baik kepada masyarakat,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Jumat (04/12) sore.

“Intinya kalau keluar kota apalagi ke zona merah, harusnya Pemkot berfikir ulang dengan apa yang digaungkannya kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi covid,” sambungnya.

Terang dia, jangan sampai pemerintah ini memberlakukan aturan atau imbauan yang mengurangi aktivitas berpergian ke luar kota apalagi ke zona merah.

“Nah harusnya Pemkot Tasik meminimalisir tingkat resiko penularan. Apalagi terus mengimbau jangan ke zona merah. Ya diwakilkan saja atau dibatasi jangan pucuk pimpinan,” terangnya.

Maka, tambah dia, harusnya mereka yang berangkat ke zona merah ketika kembali ke Kota Tasik harus diswab dan melakukan isolasi. Ini sebagai langkah antisipasi.

“Jadi Pemkot jangan bisa mengimbau tanpa bisa memberiman contoh. Jangan sampai ke masyarakat harus berahlak baik dan taat protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas ke zona merah, sementara Pemkot tak memberikan contoh yang baik,” tegasnya.

Sebab, tukas Miftah, hal ini bisa membuat masyarakat meniru apa yang dilakukan Pemkot dengan berkunjung ke zona merah.

radartasikmalaya

Sebelumnya, Kepala Bapelitbangda, Dindin S Ahmad mengatakan, kebetulan dari berbagai kegiatan dinas luar di Sleman ini, salah satunya adalah Rakor Perencanaan Pegendalian dan Evaluasi Pembangunan.

“Iya kita kebetulan memang sedang dinas di luar kota. Pertemuannya juga terbatas, tetap jaga jarak dan taat protokol kesehatan,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Kamis sore.

Terang Dindin yang dihubungi melalui ponselnya, kegiatan di Sleman ini memang ada beberapa kegiatan.

Kebetulan untuk Bapelitbangda adalah rakor Perencanaan Pembangunan.

“Selama di sini kan kita tetap menjaga protokol dan tak banyak berinteraksi dengan yang lain. Kebetulan narasumbernya dalam rakor itu dari Sleman,” terangnya.

(rezza rizaldi)

Berita Terkait : Para Pejabat Pemkot Tasik Dinas Luar ke Kabupaten Sleman, Bahas Soal Ini..

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.