Korupsi itu Tindakan Sadis, Mahasiswa dan Masyarakat Kota Tasik Demo di 3 Tempat

101
0

KOTA TASIK – Aksi unjuk rasa dari berbagai elemen mewarnai peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kota Tasikmalaya, Senin (9/12).

Massa berunjuk rasa di tiga lokasi berbeda. Mereka terdiri dari mahasiswa dan masyarakat.

Seperti di Bale Kota, pada pukul 10.00 WIB kedatangan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya.

Korlap Aksi yang juga PTKP HMI Cabang Tasikmalaya, Lutfi Abdul Aziz mengatakan, aksi kali ini adalah dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia.


“Dalam aksi Hari Anti Korupsi ini kita peringati dengan berbagai ekspresi aksi. Seperti doa bersama untuk Almarhum Munir, menyegel pintu masuk Bale Kota dan membakar kardus,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

“Namun yang paling penting dari semua tentang peringatan ini adalah bagaimana memikirkan secara serius implementasi atau pelaksanaan pencegahan serta penanganan atas tindakan korupsi yang merupakan suatu tindakan yang serius juga sadis,” sambungnya.

Terang dia, korupsi menjadi musuh bersama sejak reformasi bergulir. “Dasar hukum pemberantasan urusan rasuah uang negara untuk memperkaya diri dan atau orang lain mulai saat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) membuat Ketetapan MPR (Tap MPR) No. VIII/2001 tentang Rekomendasi Arah Kebijakan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN),” terangnya.

Semenjak itu, beber dia, pemberantasan korupsi menjadi agenda reformasi yang paling penting diselesaikan.

“Sebagai agenda reformasi utama, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyusun sejumlah Undang-undang berkenaan dengan pemberantasan korupsi,” bebernya.

Antara lain, tambah dia, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negera yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan lain sebagainya.

“Atas dasar dan landasan di atas ini kami dari HMI cabang Tasikmalaya ikut serta mengekspresikan Hari Anti Korupsi ini dengan berbagai aksi unjuk rasa,” jelasnya.

Sementara itu, sekitar pukul 13.00 WIB, Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasik didemo ratusan massa dari warga Purbaratu dan sekitarnya.

Massa mengaku sebagai korban terdampak pembebasan lahan jalur Lingkar Utara. Massa juga sempat melakukan audiensi.

Sedangkan, di Tugu Adipura pukul 14.00 WIB, puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Transparansi Institute (TI) melakukan aksi membagikan bunga dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.