Kos-kosan Tempat Prostitusi Online di Padakembang Tasik Digerebek Polisi

6679
0

KABUPATEN TASIK – Kos-kosan yang dijadikan tempat prostitusi melalui aplikasi chat di Desa Cilampunghilir Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasik, digerebek polisi, belum lama ini.

Alhasil, penyedia jasa layanan birahi (Muncikari) inisial AM (43) warga Pasar Baru Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, digelandang polisi.

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 unit Hp, alat kontrasepsi, serta uang Rp400 ribu.

Baca juga : Cari Tahu Penanganan Corona, 26 Ribu Ketua RW di Jabar Pake Aplikasi Sapa Warga

Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana mengatakan, pengungkapan aksi maksiat ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya bisnis prostitusi yang menggunakan sebuah kos-kosan.

“Setelah mendapat informasi, kita langsung melakukan penyelidikan dan kita gerebeg langsung ke Lokasi. Kita telah mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone, alat kontrasepsi dan uang Rp400 ribu,” ujarnya saat gelar perkara di halaman Mako Polres Tasikmalaya, Kamis (5/3).

Baca juga : 26 Ribu Ketua RW di Jabar Pake Aplikasi Ini untuk Penanggulangan Corona

Kata Hendria, tersangka AM bertindak sebagai muncikari.

Loading...

“AM yang mencari konsumen pria hidung belang dan mendealkan harga. Sekaligus yang menyediakan tempat kos-kosan,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, tarif untuk sekali kencan melalui jasa tersangka berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Pelanggannya mulai dari mahasiswa hingga karyawan,” katanya.

Tersangka, lanjut dia, mendapat keuntungan sebesar Rp50 ribu dari satu kali transaksi.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sudah dua bulan membuka bisnis prostitusi online tersebut.

“Tersangka AM ini, sudah menjajakan 50 perempuan berusia 30 hingga 41 tahun kepada pria hidung belang. Dalam sehari, setidaknya bisa menjajakan 2 hingga 4 orang perempuan,” terangnya.

Lanjut Hendria, modus dari prostitusi online ini yakni menjajakan perempuan di salah satu aplikasi chating. Pelaku lantas melakukan tawar menawar dengan konsumennya atau pria hidung belang yang siap mem-booking perempuan yang dijajakan.

“Jika sudah ada kesepakatan harga, maka pelaku mempertemukan antara sang wanita dengan konsumen tersebut sekaligus menyediakan tempat berupa kos-kosan,” kata dia.

(Radika Robi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.