Kota Banjar Darurat Damkar, Pengajuan tak Pernah Terealisasi

71
Salah satu kendaraan Damkar Kota Banjar tampak sedang memadamkan api di lokasi kebakaran, beberapa waktu lalu.

BANJAR – Minimnya kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) yang dimiliki BPBD dan Damkar Kota Banjar sangat dirasakan ketika peristiwa kebakaran di PT Albasi Priangan Lestari (APL) Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Damkar yang hanya berjumlah tiga unit, membuat BPBD keteteran dalam memadamkan api, hingga harus mencari bantuan unit damkar ke kota dan kabupaten tetangga.

“Kita sudah lama kekurangan unit damkar. Kita hanya punya tiga. Dua beroperasi dan satu sedang dalam perbaikan. Saat penanganan kebakaran di PT Alba memang kita kewalahan, hingga terpaksa harus bolak balik mengambil sumber air untuk memadamkan api,” kata Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Kota Banjar Yayan Herdiaman, Sabtu (13/10)

Pihaknya terpaksa meminta bantuan unit damkar dari Kota Tasikmalaya untuk menambah pasokan air guna menjinakan si jago merah.

“Dari Kota Tasikmalaya kita dibantu satu unit. Kalau dari Ciamis tidak ada karena unitnya kebetulan sedang digunakan semua,” katanya.

Ia berharap, usulan yang tiap tahun disampaikan kepada Pemkot Banjar dan Pemprov Jabar, tentang pengadaan kendaraan pemadam kebarakan bisa terealisasi.

“Ya selama ini kami hanya berupaya semampu kami, disesuaikan dengan jumlah sarana dan fasilitas yang ada. Karena untuk penanganan api sendiri perlu alat-alat yang memadai, tidak sembarangan, sebab taruhannya nyawa,” tegasnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar Kuslan Parman mengaku setiap tahun selalu mengusulkan bantuan pengadaan kendaraan Damkar ke Pemprov melalui rekomendasi dari Pemkot Banjar, namun tak pernah terealisasi.

“Harapannya ke depan atau tahun depan bisa terealisasi, karena kondisi kami sangat minim unit kendaraan. Jangankan Damkar, tanki air bersih saja kita tidak punya. Padahal kita punya kewenangan untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Selama ini kita pinjam dari PDAM dan DLH. Anggaran operasional kami juga sangat minim, tapi tuntutan di lapangan harus maksimal,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.