Kota Banjar Harus Memiliki BDC

22
KUNJUNGAN. Tim Pokja Dinas KUKMP dan Dinas PUPRPKP Kota Banjar mengunjungi salah satu lokasi BDC di Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu.

BANJAR – Sekretaris Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar H Basir menilai di Kota Banjar perlu dibentuk program Business Development Center (BDC). Hal tersebut untuk meningkatkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Banjar.

H Basir menuturkan BDC bisa menjadi wadah untuk pemberdayaan masyarakat yang fokus dalam pengolahan produk hingga pemasaran produk UMKM.

“BDC yang sudah ada itu contohnya di Kabupaten Pangandaran. Berbagai jenis produk UMKM bisa ditemukan di sana, bahkan produk UMKM dari Kota Banjar juga dititip untuk dipasarkan,” kata dia Kamis (10/1).

Kabid Koperasi dan UKM Kota Banjar Neneng Widya Hastuti menambahkan sumber anggaran untuk pembentukan BDC ada di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Pihaknya hanya sebagai fasilitator dan mediator dalam pelaksanaan program kegiatan Kementerian PU dalam Bidang penguatan perekonomian.

Dinas KUKMP, Dinas PU dan Kotaku merupakan tim pokja dalam penyelenggaraan pemberdayaan UMKM melalui program pembentukan BDC.

“Siap nggak siap harus siap karena BDC merupakan lembaga yang bisa menaungi masyarakat di bidang ekonomi, dalam hal ini UMKM. Bersama BDC dan pemerintah dapat malakukan sinergitas program dimana BDC bisa menjadi fasilitator dan bahkan bapak angkat bagi para UMKM dalam pemberdayaan UMKM dan pengembangan produk UMKM,” katanya.

Apalagi, kata dia, zaman sekarang pemerintah daerah tidak bisa memberikan bantuan hibah langsung ke UMKM perorangan. Melalui BDC bisa dilakukan.

Sehingga BDC selain mandiri bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang bersumber di pemerintah, dana anggaran bisa fokus, terarah dan terkendali sehingga pengawasan, pendampingan, pemberdayaan dan pembinaan UMKM tepat sasaran dan tujuan.

“Mudah-mudahan di tahun anggaran 2019 bisa terwujud. Banyak hal yang bisa dilakukan BDC dalam rangka mengembangkan usaha UMKM. Kemudian selain itu produk unggulan daerah Kota Banjar sekarang lagi proses, sedang diurus oleh bagian Hukum SK-nya,” kata dia. Yang muncul menjadi produk unggulan UMKM Kota Banjar adalah rengginang.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPRPKP Kota Banjar Acep Daryanto mengatakan BDC bisa berdiri dengan menggerakkan seluruh pihak terkait, termasuk fasilitator atau kelompok swadaya masyakat (KSM).

Untuk persiapan awal hingga pembentukan struktur organisasi hingga legalitas berbadan hukum itu perlu sekitar satu tahun prosesnya.

Pihaknya siap jika program BDC mulai didirikan di Kota Banjar. “Ya memang untuk pembentukan BDC itu embrionya ada di kami (Tata Ruang). Gambarannya setelah proses pembentukna BDC selesai kemudian berjalan nanti kewenangannya diambil alih atau dialihkan lah gitu ke Bidang UMKM di Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar,” kata Acep.

Tata Ruang dengan BDC, jelas dia, hubungannya sebagai support infrastruktur dalam hal pembangunan sarana fisik. “Keunggulan BDC sendiri bisa menjadi fasilitator untuk memasukkan produk UMKM ke toko modern tanpa ada pungutan biaya bagi pelaku UMKM-nya. Ya intinya lebih kepada pemberdayaan masyarakat dengan programnya yang jelas dan menjadi wadah untuk memajukan produk unggulan asli dari Kota Banjar,” katanya.

Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana mendukung upaya pembentukan BDC. Menurutnya, Banjar sudah saatnya memiliki BDC. Selain akan meningkatkan perekonomian, pelaku KUKMP akan dimudahkan dengan wadah ini. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.