Kota Banjar Pertahankan 0 Positif Corona

237
0
CECEP HERDI / RADAR TASIKMALAYA PENYEMPROTAN. Pemkot Banjar terus melakukan upaya pencegahan penyebaran corona dengan penyemprotan disinfektan, Minggu (29/3).

BANJAR – Mewabahnya virus corona di Indonesia, Pemerintah Kota Banjar terus melakukan upaya pencegahan supaya tidak menyebar luas dan menelan banyak korban jiwa.

Berbagai cara pun terus dilakukan, mulai dari imbauan, sosialisasi, penerapan jaga jarak sampai melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat publik. Termasuk penanganan terhadap orang yang dinyatakan ODP dan PDP juga terus dilakukan dengan baik oleh puskesmas, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar.

Baca juga : Omzet Turun Drastis, PHRI Kota Banjar Minta Keringanan Pajak

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Banjar Tomy Subagja mengatakan, sampai saat ini pasien dalam pengawasan (PDP) asal yang dirawat di ruang isolasi khusus RSUD tidak ada yang positif. Artinya, dalam penyebaran wabah Covid-19 di Kota Banjar zero positif.

“Sampai saat ini belum ada yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Banjar dan akan terus dipertahankan. Data terbaru sampai Minggu (29/3) pukul 14.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Banjar sebanyak 171 orang, kemudian untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 12 orang. Lima orang PDP itu di antaranya warga Banjar dan sisanya 7 orang dari luar Kota Banjar,” terang Tomy.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar dr H Fuad Hanif SpS MKes mengatakan, banyak cara untuk menghindari Covid-19. Salah satunya harus menjaga pola hidup sehat, terapkan physical distance dan yang utama tidak boleh stres.

“Jangan stres, tetap jaga jarak, jangan berkumpul, kalau bisa di rumah saja, cuci tangan yang benar, istirahat yang baik, makan yang bergizi, minum vitamin C,” kata dia.

Kata dia, pola hidup sehat sangat dibutuhkan untuk mencegah terpapar Covid-19 yang berdampak buruk terhadap paru-paru. Terutama imunitas tubuh harus dijaga dengan baik, sehingga bisa terhindar dari virus ini.

Baca juga : PDP Corona di Kota Banjar Makin Bertambah, Ruangan Terbatas

Direktur RSUD Kota Banjar drg Eka Lina Liandari MMRS pun menyebut selama penanganan pasien pengawasan belum pernah merujuk atau mengirim ke daerah lain. Semuanya tetap ditangani dengan baik walaupun keterbatasan alat pelindung diri (APD).

“Selama kami merawat PDP kami tidak pernah mengirim atau merujuk pasien keluar, semua ditangani di sini (RSUD Banjar) dan sudah dipastikan juga ke MOD tidak ada pasien positif apalagi sampai meninggal dunia,” katanya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.