Kota dan Kabupaten Tasik Jadi Sasaran Utama Peredaran Narkoba, Ini Buktinya..

110
0

KOTA TASIK – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya, Tuteng Budiman mengatakan, hingga kini Kota Tasik dan Kabupaten Tasik, masih menjadi sasaran utama peredaran bandar Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba).

Buktinya, selama 1 tahun ini pihaknya mendapat berbagai kasus Narkoba di Kota Santri ini…

“Di sini (Kota Tasik, Red), pengguna Narkoba itu bervariatif sekali. Kumplit ada. Mulai dari sabu, ganja, dan termasuk berbagai pil terlarang seperti pil double Y, dumolid, alprazolam, dan excimer. Itu semua kumplit ada di Tasik,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com usai pers realese capaian akhir tahun, Senin (30/12) siang di kantornya.

Terang dia, peredaran Narkoba di Tasik ini tak ada yang spesifik atau khusus tertentu seperti di daerah lain, misalnya hanya ganja.

“Hal ini memang tak bisa dipungkiri karena memang pemain lama dari tahun 1980-an itu masih menjadi penggunanya. Jadi kalau pengguna tinggi, maka penyebaran juga banyak,” terangnya.

“Ini seperti hukum ekonomi. Suplai dan demaind itu ada. Karena banyak permintaan otomatis suplaipun tinggi. Makanya kita berupaya dari sisi pencegahan itu mencegah supaya permintaan ditekan dan penggunanya disadarkan. Yang jadi pecandu ya direhab. Itu supaya suplainya berkurang,” sambungnya.

Dia menjabarkan, wilayah Kota Tasik ini bagi para bandar Narkoba dinilainya lebih kepada objek pasar daripada sekadar perlintasan saja.

“Karena setiap yang melintas itu pasti memasarkan barang haramnya di sini. Misalnya seperti kasus sabu yang akan dikirim ke Pangandaran sebanyak 10 gram beberapa waktu lalu, Itu 10 gram lainnya turun juga di Tasik,” bebernya.

Dia menambahkan, sedangkan terkait kinerja selama 1 tahun ini pihaknya sudah mengungkap kasus penyalahgunaan Narkoba sebanyak 4 kasus.

“Sebetulnya ada 6 kasus. 4 kasus naik ke proses peradilan (sabu, ganja, obat), serta yang 2 kasus itu karena 1 pelakunya masih di bawah umur (pelajar) kita kembalikan kepada orangtuanya dan lembaga pendidikannya,” tambahnya.

Sedangkan 1 kasus lagi, jelas Tuteng, karena pelakunya DPO Polres Ciamis, pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke Ciamis.

“2 Kasus ini obat-obatan. Yang pelajar pil double Y yang DPO Polres Ciamis kasus Narkoba pil dumolid. Ada 100 pil dumolid yang diamakan kita dan diserahkan kasusnya ke Polres Ciamis,” jelasnya.

Tukas dia, pihaknya memiliki tugas pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi serta pemberdayaan masyarakat. Untuk pencegahan ini pihaknya di 2019 sudah melakukan sosialisasi pencegahan sebanyak 95 kali di lingkungan pendidikan, di masyarakat 9 kali dan lain sebagainya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.