Kota Tasik Belum Perlu Karantina Terbatas, Punya Pengalaman di Buninagara

72
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi karantina terbatas. radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Pemerintah pusat mulai mewacanakan akan menerapkan karantina wilayah terbatas di lingkungan rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW) di daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Penerapan karantina terbatas itu menurut pemerintah pusat dapat menekan penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasik, Ivan Dicksan mengatakan, dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pemerintah daerah dimungkinkan untuk memberlakukan karantina terbatas di satu wilayah jika diperlukan.

Namun, kata dia, penerapan karantina itu tergantung kondisi penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

“Kita belum melihat di Kota Tasik perlu dilajukan karantina mikro,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Sabtu (30/01) pagi.

loading...

Terang dia, untuk melakukan karantina terbatas, perlu dilihat terlebih dahulu sebaran kasus Covid-19 di wilayah itu.

Maka, jika sebaran kasus di wilayah tersebut tinggi dan memiliki risiko penyebaran lebih luas, baru karantina bisa dilakukan.

“Ini yang harus ditelaah betul,” tegasnya.

Pemkot Tasik, kata Ivan, lebih memilih fokus dalam memeberikan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan (prokes).

Selain itu, fokus pemkot lainnya adalah menumbuhkan kewaspadaan dan sikap gotong royong masyarakat jika di wilayahnya ada yang terpapar Covid-19.

Ia mencontohkan, ketika ada yang terpapar di satu lokasi dan menjalani isolasi mandiri, komunitas lingkungan itu mesti dibentuk untuk menjaga agar tak terjadi penularan.

Sedangkan di sisi lain, komunitas di lingkungan itu juga harus melindungi orang yang terpapar Covid-19.

“Kayak kemarin, ada yang isolasi mandiri. Sama warga sekitar dibantu logistik. Dia taruh plastik di depan rumah, masyarakat sekitar taruh makanan. Itu harus jadi contoh,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat menambahkan, karantina terbatas sudah pernah di lakukan di daerahnya.

Saat itu, karantina mikro dilakukan di Kampung Buninagara, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes pada Juni 2020 lalu.

“Saat itu dilakukan karantina karena tempat isolasi masih terbatas,” tuturnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan karantina terbatas memang efektif untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas.

Namun, untuk melakukan karantina diperlukan banyak pertimbangan.

“Ada ekonomi, sosial, aspek pembiayaan juga harus dihitung. Apalagi sekarang kita mau pemulihan ekonomi. Banyak hal yang harus dipertimbangkan,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.