Kota Tasik Belum PSBB, Warga Diminta Taati Anjuran Pemerintah

3355
0

Kota Tasik Belum PSBB, Warga Diminta Taati Anjuran Pemerintah

KOTA TASIK – Sejak hari Rabu (15/4) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 mencatat 17 orang, Kamis (16/4) naik jadi 21 orang dan Jumat (17/04) naik lagi jadi 25 orang.

Hingga Minggu (19/04) pagi, angka pasien positif virus yang menggegerkan seisi jagat ini bertambah jadi 27 orang.

Kepala Dinas Kota Tasikmalaya, sekaligus Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 mengatakan, pihaknya mengestimasi puncak Covid-19 di Kota Resik akan terjadi sepekan sebelum hari raya Idul Fitri.

Meski demikian, kata Uus, Kota Resik masih belum mengarah untuk melakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Baca juga : 1 Pasien Positif Bisa Menulari 32 Orang, Kasus di Kota Tasik Bertambah

Sebab, ada beberapa prasyarat yang diatur pusat ketika daerah hendak memberlakukan PSBB. Salah satunya harus pasien transmisi lokal.

“Semoga kota kita tak sampai ke arah sana (PSBB). Meski punya potensi untuk transmisi lokal, tetapi sampai sekarang semoga tidak terjadi,” harap Uus, belum lama ini.

Namun, kata dia, bukan berarti Gugus Tugas tidak pernah membahas kaitan rencana PSBB.

Pihaknya tetap menjadikan kasus demi kasus perkembangan dan kondisi di masyarakat sebagai bahan kajian.

Baca juga : Pengusaha Warga Cilamajang Kawalu Kota Tasik Meninggal Akibat Corona, Istrinya Positif dan Diisolasi

“Tetap jadi kajian kami, apa perlu ajukan untuk ke langkah lebih jauh lagi (PSBB). Tapi seandainya masyarakat dengan kesadaran sendiri jalankan anjuran pemerintah, akan makin cepat kita keluar dari pandemi,” ujar dia.

Menurutnya, jika masyarakat tetap tidak mengindahkan anjuran pemerintah berkaitan menghindari kerumunan dan keluar dengan memakai masker, akan lebih lama lagi menghadapi Pandemi ini.

“Ketika kenyataannya PSBB diberlakukan seperti di beberapa kota besar, ternyata masyarakat tetap saja berkerumun. Apalagi menghadapi ramadan nanti akan seperti apa,” ungkapnya.

“Kami akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas melakukan langkah supaya kerumunan-kerumunan warga bisa ditangani,” sambungnya.

Supaya tidak terdistorsi dengan masalah lain, masyarakat diharapkan ada kesadaran sendiri dan pahami kondisi saat ini.

(firgiawan)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.