Kota Tasik, Corona Terkendali DBD Terus Naik

692
0

INDIHIANG – Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya mengapresiasi langkah Pemkot dalam mengendalikan kasus Covid-19. Secara umum, mereka menilai wabah global tersebut sudah terkendali.

Di sisi lain, demam berdarah dengue (DBD) masih harus diwaspadai. Sebab, belakangan ini terus mengalami peningkatan dan nyaris menyentuh angka seribu kasus.

Baca juga : Menggila, DBD di Kota Tasik 850 Kasus, 17 Meninggal, Kawalu Paling Tinggi

“Tadi kami evaluasi, kaitan Covid itu sudah lah, sesuai harapan. Namun, kaitan DBD ini jangan terlena. Maka kita dorong supaya di tahun depan anggaran pe­nang­gulangan­nya terantisipasi,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam usai rapat kerja dengan Dinas Kesehatan dan RSUD dr Soekardjo, Senin (13/7)

Menurutnya, DBD merupakan siklus tahunan yang rutin dihadapi masyarakat. seharusnya Pemkot bisa membudayakan kembali kebersihan lingkungan bersama stakeholder dan masyarakat, supaya setiap musim penghujan bisa mengantisipasi jentik.

“Baik melalui Jumsih, Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) harus digerakan kembali,” kata Dede.

“Kita tahu Kejadian Luar Biasa (KLB) itu tidak bisa serta merta. Tapi kalau pun itu tidak dilakukan, penanganan kita minta lebih baik lagi,” kata Dede.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan sesuai data yang dirilis pada website resmi pemerintah, DBD sejauh ini tembus di angka 851 kasus.

“Per hari ini laporan nyaris seribu kasus. Sudah banyak yang sembuh dan tersisa 13-17 orang lagi di rumah sakit, sementara kematian tidak ada penambahan tetap 17 orang,” ujarnya.

Dia membandingkan kurva pada Mei dan Juni ketika Covid-19 pun memuncak. Memasuki pertengahan Juli, kasus cenderung terjadi penurunan. Meski belakangan ini ada penambahan sekitar 20-an kasus.

Baca juga : Horee.. Pesawat Hercules Sudah Bisa Mendarat di Lanud Wiriadinata Kota Tasik

“Semoga sampai akhir bulan terjaga taka da lagi penambahan. Kita pun memaksimalkan supaya mendorong masyarakat budayakan 3M dan PSN, sebab fogging tidak efektif tanpa dibarengi gerakan tersebut,” katanya memaparkan.

Pasca ditetapkan status tanggap darurat, kata Uus, tidak banyak melaksanakan fogging namun kasus cenderung turun signifikan. Ia meyakini apabila kesadaran kolektif masyarakat akan kebersihan lingkungan tinggi, KLB pun tidak diperlukan dalam mengatasi DBD. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.