Lima Persen bagi Pelamar Cumlaude

Kota Tasik Dapat 213 Kuota CPNS

363

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya men­dapatkan jatah kuota sebanyak 213 dalam seleksi Calon Pegawai N­e­geri Sipil (CPNS) 2018 yang diterima dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Re­formasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Hal itu setelah Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mem­buka amplop segel yang diberikan pe­merintah pusat pa­da Senin (10/9).

Se­hingga pemkot akan se­gera memulai tahapan dan proses penerimaan se­suai dengan instruksi Ke­menPAN-RB.

“Dari usulan yang diajukan sebanyak 278 berdasarkan da­ta pegawai pen­si­un tahun 2018. Kita hanya di­beri 213 kuota,” ujar Ke­pala Badan Ke­pe­­ga­waian, Pelatihan dan Pen­didikan Daerah (BKPPD) Kota Tasikmalaya Gu­n Gun Pah­lagunara kepada Radar, Selasa (11/9).

Dari 213 kuota tersebut, kata dia, tidak ada formasi untuk lulusan SMA sederajat. Kebanyakan bagi sarjana atau S1 dan sedikit D3.

“Hampir sebanyak 60 persen dialokasikan bagi tenaga pendidikan atau guru. Sisanya tenaga kesehatan dan teknis,” paparnya.

Dia pun menjelaskan dari jumlah kuota yang didapatkan, kata Gungun, satu persennya diperuntukkan bagi disabilitas dan lima persennya bagi pelamar yang memiliki nilai cumlaude. “Sedangkan untuk kuota honorer masih didiskusikan dengan pusat,” terangnya.

Untuk proses lebih lanjut atas penerimaan CPNS ini, pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk panitia seleksi daerah (Panselda).

Untuk mengurus segala hal yang dibutuhkan, termasuk menyebarluaskan informasi pendaftaran CPNS ini. “Dan perlu diketahui pendaftaran ini dibuka secara umum, bagi masyarakat yang berminat silahkan segera mempersiapkan diri,” ungkapnya.

Gun Gun menambahkan pelaksanaan seleksi CPNS sendiri dijadwalkan tanggal 19 September 2018. Dengan sistem pendaftaran melalui online BKN. ”Jadi pendaftarannya dilakukan secara online, dan pelamar hanya bisa mendaftar satu instansi dan satu formasi,” paparnya.

Sebelumnya, Gun Gun memastikan Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah penyelenggara tes CPNS di Priangan Timur. ”Ya kita sudah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah di wilayah Priangan Timur, “ ujarnya.

Dipilihnya Kota Tasikmalaya sebagai penyelenggara tes CPNS di Priatim, bukan atas dasar pengajuan. Akan tetapi berdasarkan penunjukkan dari BKN. ”Mungkin karena wilayah Kota Tasik berada di tengah-tengah sehingga terpilih,” ungkapnya.

Terkait tempat yang akan digunakan, kata Gun Gun, BKN sudah menentukannya yakni di Gedung Serbaguna Bale Kota Tasikmalaya. ”Hasil peninjauan BKN beberapa waktu lalu, memutuskan tempat di Gedung Serbaguna,” tandasnya.

1,5 Persen Untuk Tenaga Honorer

Pemerintah telah menetapkan kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2018 sebesar 238.015 orang. Terdiri dari 51.271 formasi untuk 76 instansi Pemerintah Pusat dan 186.744 formasi untuk 525 instansi Pemerintah Daerah.

“Kami berharap melalui pengadaan CPNS ini, dapat direkrut putra putri terbaik bangsa,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin Senin(10/9).

Syafruddin menjamin pengadaan CPNS tahun 2018 dilaksanakan melalui sistem seleksi yang ketat, transparan, bersih dan bebas dari praktik KKN.

“Semua harus mengikuti seleksi, baik untuk formasi umum maupun formasi khusus. Untuk seleksi kompetensi dasar sepenuhnya menggunakan Computer Assisted Test atau CAT,” imbuhnya.

Selain itu, selain formasi khusus, pemerintah juga menyiapkan formasi khusus untuk beberapa kriteria, pertama adalah putra putri lulusan terbaik berpredikat cumlaude, penyandang disabilitas, putra putri asal Provinsi Papua dan Papua Barat, diaspora, olahrawan/olahragawati berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks Tenaga Honorer K2 (THK II).

Dalam rekrutmen tahun ini, pemerintah memberikan kuota 13.347 untuk CPNS dari golongan THK II.

Itupun terbatas pada Tenaga Guru dan Tenaga Kesehatan saja. Dari kuota ini, 12.883 formasi untuk Tenaga Guru, sisanya 464 formasi untuk Tenaga Kesehatan.

”Bagi yang memenuhi persyaratan untuk menjadi CPNS, silahkan mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi,” kata Syafruddin.

Ketentuan ini otomatis memupus harapan bagi eks THK II yang berusia diatas 35 tahun. Karena dalam Permen PANRB nomor 36 tahun 2018, diatur bahwa salah satu syarat diangkatnya Eks THK II adalah berusia paling tinggi 35 tahun pada 1 Agustus 2018.

Menurut Syafruddin, ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap THK II.

Syafruddin menyebut, sampai dengan tahun 2014, pemerintah sudah mengangkat 1,1 juta lebih honorer menjadi PNS atau sekitar 25,6 persen dari total jumlah PNS sebesar 4,3 juta lebih.

Dari jumlah tersebut, 900 ribu lebih dari THK I dan 195 ribu lebih dari THK II.

“Secara de jure, persoalan honorer ini sebenarnya sudah selesai. Sesuai dengan PP 56 Tahun 2012, pemerintah telah memberikan kesempatan terakhir kepada THK II untuk mengikuti seleksi pada tahun 2013,” ungkapnya.

Namun, kata Syafruddin, Eks THK II yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS tidak perlu berkecil hati.

”Mereka dapat mengikuti seleksi sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), setelah PP-nya ditetapkan pemerintah,” pungkas Syafruddin. (kim/tau/jpg)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.