Kota Tasik Fisik Oke, Kemiskinan Kurang Dilirik

45

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya patut diacungi jempol. Namun demikian pemangku kebijakan terlalu fokus dalam membangun fisik. Sehingga kemiskinan di Kota Resik masih merajalela.

Pengamat sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam menyatakan tidak bisa dipungkiri mayoritas jalan sudah mulus sampai ke wilayah pelosok. Ditambah saat ini perbaikan drainase. “Dalam pembangunan fisik, pemkot melakukan dengan cukup baik,” ungkapnya kepada Radar, Senin (5/11).

Idealnya pembangunan fisik yang cukup merata itu dibarengi dengan pembangunan non fisik. Salah satunya yakni pengentasan kemiskinan untuk membantu perekonomian masyarakat. “Saya berprasangka baik saja, pembangunan infrastruktur di mana-mana berarti pembangunan non fisiknya pun sudah dilakukan dengan serius,” tuturnya.

Akan tetapi pada kenyataannya Kota Tasikmalaya masih menjadi kota termiskin di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan kurang seriusnya pemkot dalam menangani masalah kemiskinan. “Terlalu asyik melakukan pembangunan fisik, padahal lebih urgen lagi pembangunan mental dan pengentasan kemiskinan,” katanya.

Ketua GP Ansor Kota tasikmalaya H Ricky Assegaf mengatakan program wirausaha baru (Wub) yang dicanangkan untuk pengentasan kemiskinan dinilai belum efektif. Tidak tepat sasaran masih menjadi “penyakit” yang harusnya dievaluasi. “Jangan hanya sekadar melaksanakan program, tapi harus dievaluasi juga,” terangnya.

Pihaknya menilai Wub meru­pa­kan salah satu gebrakan yang sangat menjanjikan un­tuk menurunkan angka ke­mis­kinan secara signifikan. Na­mun wacana itu hanya akan menjadi isapan jempol saja ke­tika sasarannya tidak tepat. “Eks­pektasi kami program ini (Wub) sangat bagus. Jadi ha­rus diawasi dengan baik oleh pe­merintah,” ungkap dia. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.