Kota Tasik – Gentong Tempuh Lima Jam

1212
MACET. Antrean kendaraan di jalur Gentong Kabupaten Tasikmalaya menuju arah Bandung, Minggu (9/6). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Situasi lalu lintas arus balik di wilayah Tasikmalaya semakin padat khususnya di Jalur Gentong, Minggu (9/6). Banyak kendaraan roda empat yang terjebak berjam-jam di Gentong sebelum bisa melanjutkan perjalanan menuju Bandung atau Jakarta.

Pantauan Radar, lewat pukul 09.00 antrean kendaraan mengantre dari Gentong sampai Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Para pengemudi kendaraan roda dua saling berlomba mencari celah untuk bisa melewati antrean mobil-mobil.

Di Gentong sendiri, banyak pengemudi yang terjebak macet lebih dari dua jam akibat antrean di jalur yang menanjak dan menikung itu. Terlihat belasan mobil dengan kap mesin terbuka yang bermasalah dengan koplingnya.

Salah datu pebalik dari Cilacap menuju Bandung, Dodi Sukmayadi (30) mengaku memasuki Kota Tasikmalaya sekitar pukul 10.00, namun pukul 15.30 dia masih terjebak di Jalur Gentong. “Tadi jalurnya dialihkan masuk Kota (Tasik) dulu, enggak langsung ke Rajapolah,” ungkapnya kepada Radar.

Di bandingkan dengan Jalur Ciamis dan Banjar, dia mengaku harus lebih fokus berkendara. Pasalnya selain karena lebih padat, Jalur Gentong juga memiliki jalan menanjak dengan tikungan yang cukup tajam. “Macet parahnya pun di sini, karena mungkin treknya berkelok,” ujarnya.

Serupa halnya dengan Koko (65), pebalik dari Ciamis menuju Cimahi ini harus terjebak cukup lama di Gentong. Karena mobil yang dikendarainya mengalami masalah kopling. “Mogok mobilnya, karena dari bawah udah main kopling terus,” ujarnya.

Pebalik lainnya, Zaenal Arifin (24) mengaku mendapat kemacetan setelah memasuki wilayah Ciawi. Selama tiga jam dia mengantre, baru sampai di jalur lingkar Gentong. “Biasanya pakai motor, baru kali ini pakai mobil ternyata macetnya begini,” ujar pebalik dari Cipatujah menuju Purwakarta itu.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK mengimbau para pebalik yang hendak melintas Jalur Gentong harus mempersiapkan kendaraan yang fit. Pasalnya, di jalur tersebut kendaraan roda empat rawan mengalami mogok. “Bisa di lihat banyak yang pada mogok,” tuturnya.

Hari Ini Puncak Kemacetan

Arus balik Lebaran 2019 sampai titik puncak. Jumlah kendaraan yang melewati jalan tol mencapai sekitar 50 ribu unit. Kemacetan mengular sepanjang 5 km di jalan Tol Cikampek. Korlantas Polri memperpanjang jarak dan waktu penerapan one way.

Kabagops Korlantas Polri Kombespol Benyamin menuturkan puncak kemacetan memang terjadi Minggu (9/6), kondisi itu sesuai dengan prediksi. Penyebabnya dikarenakan pegawai mulai masuk kerja Senin ini (10/6). Kemacetan hingga pukul 20.00 masih terjadi. “Kami memprediksi kemacetan ini bisa terjadi hingga Senin (10/6) subuh,” urainya.

Sebab, ada kemungkinan sebagian masyarakat akan langsung berangkat bekerja setelah kembali ke Jakarta. “Jadi, drop keluarga di rumah, setelah itu berangkat kerja. Bisa saja mereka memilih begitu,” terangnya.

Saat ini kemacetan paling parah terjadi di jalan tol Cikampek dengan panjang 5 km. Kondisi itu direspons dengan memperpanjang jarak one way dari km 70 hingga km 20. Total jarak one way dari Kalikangkung hingga Cikampek mencapai sekitar 344 km. “Saat ini masih dalam proses pembersihan untuk jalur A perpanjangan one way,” tuturnya.

Jalur A yang akan diterapkan one way ini masih ada kendaraan yang melaju dari arah Jakarta, dilakukan proses pengalihan arus. Lalu, kendaraan yang berada di rest area perpanjangan one way akan diarahkan keluar tol. “Sampai semua bersih, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu satu jam hingga dua jam,” ujarnya.

Untuk waktu one way, dia mengaku semua itu akan berdasarkan kondisi real time. Bisa jadi, one way ini hingga tengah malam atau pagi hari. Bergantung dari kepadatan kendaraan arus balik. “Kita hajar habis-habisanlah, ini puncaknya kok,” paparnya.

Menurutnya, masyarakat diminta tidak berhenti di rest area Cikampek. Hal itu untuk meringankan kondisi kemacetan di tol Cikampek. “Kalau istirahat di rest area Tol Cipali saja,” paparnya.

Sementara jumlah kecelakaan dalam arus mudik dan balik 2019 hingga Minggu mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Tahun lalu jumlah kecelakaan mencapai 122 kejadian dengan korban meninggal dunia 32 orang, korban luka berat 246 orang dan korban luka ringan 182 orang. “Penurunannya sampai 69 persen,” terangnya.

Untuk tahun ini, jumlah kecelakaan hanya 38 kejadian dengan korban meninggal dunia tujuh orang, 17 orang luka berat dan 60 orang luka ringan. “Penurunan ini dikarenakan jalan tol yang sudah selesai hampir sepanjang pulau Jawa. Biasanya kecelakaan terjadi di jalan non tol,” timpalnya. (rga/idr/ful)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.