Pegawai Meteorologi Perlu Ada Regenerasi

Kota Tasik Jadi Daerah Tertib Ukur

32
TERIMA PENGHARGAAN. Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf menerima penghargaan dari Menteri Perdagangan Enggarliasto Lukita yang menetapkan Kota Tasikmalaya sebagai Daerah Tertib Ukur di el Royale Hotel Bandung Kamis (6/12).

BANDUNG – Kota Tasikmalaya ditetapkan sebagai satu dari sembilan Daerah Tertib Ukur (DTU). Penghargaan diberikan oleh Menteri Perdagangan Enggarliasto Lukita kepada Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf di el Royale Hotel Bandung, Kamis (6/12).

Kota Tasikmalaya sudah dicanangkan untuk menjadi DTU sejak tahun 2017. Pemerintah daerah melalui Meteorologi Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya melakukan tera dan pendekatan kepada pengusaha sehingga menggunakan alat pengukuran yang sesuai dan mendapat penilaian baik dari Kementerian Perdagangan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf pun bangga dengan apa yang sudah diraih Kota Tasikmalaya. Dia berterimakasih kepada Dinas KUMKM Perindag yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, khususnya melakukan pengawasan alat ukur atau timbangan dalam aktivitas usaha di masyarakat.

Penetapan Kota Tasikmalaya sebagai DTU secara tidak langsung akan memberikan dampak kepada perekonomian. Sedikit banyak kepercayaan investor akan meningkat karena kualitas sistem ukuran dalam perdagangan yang dilakukan.

“Saya harap ini akan memberikan dampak untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Jumlah alat ukur yang harus diawasi dengan tera ulang di Kota Tasikmalaya tergolong cukup banyak. Meskipun Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas di Meteorologi Dinas KUMKM Perindag namun prosesnya bisa berjalan.

“Kita ada 272 ribu (alat ukur) yang harus ditera, karena se-Priangan Timur tera ulangnya oleh kita,” tuturnya.

Diharapkannya, SDM di Mete­orologi Dinas KUMKM Perin­dag Kota Tasikmalaya me­miliki regenerasi agar ber­ke­­sinambungan. Dengan de­mi­kian, kualitas yang sudah dipe­­gang bisa dipertahankan bah­­kan dikembangkan lebih baik.

“Kan beberapa orang sekarang sudah hampir mau pensiun, jadi harus ada regenerasi,” terangnya.

Regenerasi pegawai di Meteorologi Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya tidak bisa sembarang karena harus punya keahlian di bidang meteorologi. Jika perlu, ada penyeleksian atau pelatihan khusus bagi sebelum penempatan pegawai.

“Harus dilakukan uji kompetensi, jangan ada orang yang masuk (ditempatkan) ke sana tapi tidak punya keahlian meteorologi,” katanya.

Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H M Firmansyah mengatakan Kota Tasikmalaya sudah mendapat predikat tersebut sejak tahun 2017 yang melibatkan Pasar Cikurubuk, Pancasila, Indihiang, Cibeuti dan Padayungan.

“Kita sudah sejak tahun lalu, ada lima pasar yang ditetapkan sebagai Pasar Tertib Ukur (PSU),” imbuhnya.

Menteri Perdagangan Enggar­liasto Lukita berpesan kepada para kepala daerah dan Dinas Perdagangan supaya mengajak para pelaku usaha untuk konsisten pada kejujuran dalam alat ukur.

Bahkan jika perlu ada penandaan khusus bagi tempat usaha dengan alat ukur yang terjamin keakuratannya. “Karena persaingan usaha ditentukan oleh kejujuran,” katanya.

Pemerintah punya kewajiban untuk melindungi konsumen dari pengusaha yang tidak jujur. Maka dari itu peran meteorologi cukup penting untuk memastikan kejujuran alat ukur atau timbangan. “Tapi bukan lagi dengan intervensi kepada pelaku usaha, melainkan melalui proses pendekatan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, ada sembilan daerah yang dite­tapkan sebagai DTU yak­ni Kabupaten Buleleng, Kota Pekanbaru, Kota Ambon, Ko­ta Mataram, Kabupaten Cire­bon, Kota Tanjung Pinang, Ko­ta Tasikmalaya Kabupaten Sido­ardjo dan Kota Kupang. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.