Kota Tasik Masuk Musim Kemarau Basah, Ini Kata BPBD..

155
0
PAPARKAN. Kalak BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar saat memaparkan kinerja di DPRD beberapa waktu lalu. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Meski pergantian cuaca sudah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya belum menerima laporan dari sejumlah titik yang rentan terjadi kekurangan air bersih.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, di bulan yang sama BPBD sudah mendistribusikan sekitar 15 tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter air bersih.

Baca juga : AWAS! Mulai 1 Agustus Tak Pake Masker, Warga Kota Tasik Didenda Rp50 Ribu

“Sejauh ini belum ada laporan, kalau tahun lalu awal Juli saja sudah muncul beberapa permintaan distribusi air,” tutur Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, H Ucu Anwar kepada Radar, Senin (20/7).

Menurutnya, meski beberapa hari ini Kota Resik masih diguyur hujan, peralihan musim sudah berlangsung. Dia menyebut saat ini musim kemarau basah, ditandai dengan adanya hujan dengan curah dan kurun waktu yang tidak intens.

“Dari sisi perputaran musim sebetulnya sudah masuk musim kemarau. Kami menyebut ini kemarau basah, bukan transisional lagi sudah musim kemarau hanya masih basah,” kata dia.

“Namun waspada, ketika hujan bisa terjadi lebih ekstrem, karena ini musimnya sudah bukan penghujan lagi,” sambung Ucu.

Pihaknya menyiagakan satgas yang standby merespons apabila mulai bermunculan kebutuhan air masyarakat. Terutama di titik-titik rentan krisis air seperti Tamansari dan Kawalu.

“Kami pun sudah menyiapkan skenario dalam menanggulangi ketika terjadi krisis air bersih seperti tahun lalu.

Masyarakat juga sudah kami anjurkan membuat lubang biopori dan tendon air supaya ketika kemarau memuncak, masih memiliki cadangan tabungan air,” katanya memaparkan.

Ucu menceritakan sejauh ini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun belum merilis terkait kemungkinan atau puncak musim kemarau.

Namun, ia tetap menyiagakan personel disamping satgas yang menangani Covid-19. “Hanya kami siaga 24 jam, satgas kami siagakan bukan Cuma untuk covid melainkan juga kebencanaan.

Kami pantau itu zona-zona rawan kekurangan seperti yang sudah-sudah,” ujar dia.

Baca juga : Dini Hari, Polisi Geledah Warga Tawang Kota Tasik, Ternyata Bawa Ini..

Pihaknya sudah memetakan titik mana saja yang paling rentan krisis air, ketika musim kemarau melanda dari tahun ke tahun. Namun, ia berharap kemarau tidak seperti tahun lalu yang cukup berdampak secara merata di setiap wilayah Kota Resik.

“Kalau 2019 memang luar biasa hampir merata setiap titik ada saja yang kekurangan air. Kita harap tahun ini tidak terulang kembali,” harap Ucu. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.