Kota Tasik Menuju Zona Merah, Puncak Covid-19 Diprediksi Sepekan Sebelum Lebaran

7401
5
dr Uus Supangat Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya
dr Uus Supangat Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya

TASIK – Satu tahap lagi, Kota Tasikmalaya masuk kategori Zona Merah Covid-19. Saat ini dengan jumlah penyebaran tercepat di Priangan Timur menempatkan Kota Resik sebagai daerah berisiko penularan paling tinggi.

“Saat ini kita masuk dalam zona berisiko sangat tinggi. Satu level lagi masuk kategori zona merah, ketika ada kasus transmisi lokal Covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat kepada Radar, usai pembentukan Satgas Gugus Tugas Ulama Dalam Penanganan Covid1-9 di Kantor MUI Kota Tasikmalaya, Senin (13/4).

Menurutnya, secara akumulasi jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien terkonfirmasi positif belum terjadi transmisi lokal. Karena mayoritas disebabkan dari pendatang atau warga yang memiliki catatan bepergian dari luar kota.

“Insyaallah dan mudah-mudahan belum ada transmisi lokal. Kalau sudah ada itu, mau tidak mau, suka tidak suka, kita masuk zona merah,” katanya menjelaskan.

Berdasarkan data yang tercatat, sampai Senin (13/4) tidak terjadi penambahan pasien positif. Beberapa diantaranya bahkan sudah ada yang dipulangkan lantaran menunjukkan progres perbaikan.

“Termasuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ada penambahan jadi 21 orang, tetapi yang sudah dinyatakan selesai ada 17 orang. tiga lagi dalam pengawasan, satu meninggal beberapa waktu yang lalu,” katanya merinci.

Sementara, lanjut Uus, terjadi kenaikan dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 978 orang, kemudian Orang Tanpa Gejala (OTG) menjadi 195 orang. Ia menjelaskan data akan berubah  dinamis sebab setiap sore petugasnya akan terus memperbaharui perkembangan.

“Kami mencatat sejak 25 Maret, kelihatan tren naik terus baik ODP, PDP dan yang terkonfirmasi positif. Termasuk OTG, kami prediksi puncaknya akan terjadi seminggu sebelum hari raya,” ujarnya.

Uus khawatir ketika memasuki masa puncak, kondisi penyebaran tidak terkendali dan petugas medis kewalahan melayani. Sebab, kapasitas rumah sakit yang bisa melaksanakan isolasi sangat terbatas.

“Kondisi begini, semua isolasi sudah penuh. Termasuk kita sudah siapkan RS Islam bisa kita operasikan per hari ini,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Uus memaparkan terhadap alim ulama Kota Tasikmalaya bahwa semua tahapan dan upaya sudah dilaksanakan.

Namun masih terjadi lonjakan dari jumlah penyebaran Covid-19, ia mencontohkan Tiongkok cukup berhasil dalam dua minggu melakukan lockdown lokal sejak awal. Menghentikan kegiatan pendidikan, keagamaan dan lain sebagainya.

“Sekarang mereka mulai diperhitungkan berbagai negara, lantaran berjalan bagus dalam penanggulangannya,” cerita dia.

Termasuk, lanjut Uus, di Korea Selatan pendeteksian dini secara massal dilakukan dengan cepat. Negara gingseng itu mampu melaksanakan hal tersebut lantaran fasilitas dan teknologi yang dimilikinya mumpuni.

“Sementara di kita hampir 1 juta penduduk, alat rapid test baru 1.544 saja yang sudah diterima. Namun informasinya waktu dekat ini akan datang kembali dari Provinsi Jawa Barat,” kata dia.

Ia mencontohkan negara lain yang terbilang lambat dalam mengintervensi potensi penularan yakni Italia. Dimana jumlah pasien pada bulan Maret tidak terbendung dan tingkat warga terinfeksi naik secara masif.

“Sebab di sana sebelumnya itu sepak bola masih diselenggarakan, rekreasi berjalan. Bisa dibilang terlambat social distancing, dan pembatasan lainnya,” kata Uus.

Untuk itu, lanjut Uus, perlu upaya bersama seluruh stakeholder dalam menanggulangi risiko penyebaran Covid-19 lebih masif, supaya fasilitas yang ada bisa melayani dan menangani pasien Covid-19.

KH Ate Musodik Ketua MUI  Kota Tasikmalaya
KH Ate Musodik
Ketua MUI
Kota Tasikmalaya

Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Ate Musodik menyebut Covid-19 merupakan musuh bersama. Salah satu upaya penanganannya, harus kompak antara ulama dan umaro dalam bersikap.

“Harus diperangi bersama dengan kompak. Demi keselamatan umat,” kata KH Ate.

Ia mengimbau masyarakat bisa menerapkan prosedur kesehatan optimal di kehidupan sehari-hari. Termasuk mengikuti imbauan yang disampaikan pemerintah.

“Meminimalkan Covid-19 ini harus berbarengan, demi kenyamanan dan keamanan semua,” harap dia. (igi)

Loading...
loading...

5 KOMENTAR

  1. Di daerah kabupaten tasik masih banyak yang melaksanakan kegiatan majelis ta’lim, sholat berjamaah, dan sholat jumat dan salah satunya di kampung saya ajengan hare-hare tidak mengikuti anjuran pamarentah tah ieu kumah???

  2. D rajapolah,banyak kiayi bilang begini,pemerintah ingin memurtadkan masyarakat,sampe akan melarang solat berjamaah,klo soal umur alloh sudah tentukan katanya.
    Menurut sy pemahaman spti ini yg harus dluruskan

  3. sumuhun di kampung abi ge sami kang, seseledek keneh kalah kasienan pami te sarolat di masjid sareng te aya pangajian janten ciri ciri kiamat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.