Kota Tasik Siaga DBD, Begini Kata Wali Kota..

84
0
radartasikmalaya
H Budi Budiman Wali Kota Tasikmalaya

TASIK – Di tengah pandemi Covid-19, Kota Tasikmalaya dilanda wabah penyakit Deman Berdarah Dengeu (DBD).

Angka kematian akibat DBD meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga : Touring Priangan Timur Pake Motor, Emil: Para Istri Bisa Peluk Suami

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Drs H M Yusuf beserta Dinas Kesehatan dan seluruh stakeholder, kembali bergerak cepat dengan melaksanakan rapat darurat untuk penanganan DBD.

Hasilnya Pemkot menginstruksikan kepada seluruh camat bersama masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan menggiatkan terus pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menggratiskan biaya fogging DBD bagi masyarakat sejak tanggal 1 Juli 2020.

“Demi membantu masyarakat di saat kondisi pandemi Covid-19 ini, kita gratiskan biaya fogging bagi masyarakat yang membutuhkan. Kita cover biaya fogging tersebut oleh Dinas Kesehatan,” tegas Budi.

Menurutnya, selama tahun 2020 sudah ada 757 kasus DBD dengan angka kematian sebanyak 16 orang. Penyebaran DBD tersebut merata di seluruh kecamatan di Kota Tasikmalaya.

Sehingga, saat ini Kota Resik sudah berstatus siaga satu DBD, mengingat sejak Januari sampai Juni 2020 terjadi sebanyak 757 kasus.

“Ini melebihi dari tahun sebelumnya yakni 672 (kasus). Makanya pada bulan Juli ini harus bisa menekan kasusnya,” kata orang nomor satu di Kota Tasikmalaya itu.

Budi menginstruksikan seluruh instansi, camat, lurah serta RT/RW melaksanakan upaya pencegahan.

Salah satunya bersih-bersih lingkungan atau Jumat Bersih (Jumsih). “Seluruhnya harus melaksanakan jumsih,” tuturnya.

Dia meminta seluruh masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah, ketika ada kasus DBD baru. Teknis pelaporanya bisa memalui lurah, camat, Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

Kemudian nantinya akan segera disikapi dengan fogging. “Fogging sendiri akan digratiskan. Dan itu sudah menjadi ketetapan kami dan seluruh biayanya akan ditanggung oleh Dinkes melalui APBD,” ujar dia.

Selain itu, pihaknya akan gencar mengedukasi pencegahan DBD atau program 3M. Menguras, Menutup Penampungan Air dan Mengubur Barang Bekas.

“Kami juga akan melibatkan kader-kader kesehatan, termasuk Jumantik. Tetap pada pelaksanaannya menggunakan protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.

Pemkot sendiri belum menetapkan status KLB pada DBD, lantaran kasus yang terjadi belum mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Dia berharap tanpa menetapkan KLB, kasus DBD bisa terkendali.

“KLB belum kita tetapkan karena belum masuk kategori. Mudah-mudahan saja dengan upaya kita semua bisa ditekan dan tidak perlu KLB,” harapnya.

Sejumlah kecamatan di wilayah Kota Tasikmalaya, minggu lalu pun langsung bergerak.

Para camat bersama lurah di wilayahnya masing-masing melakukan jumsih dan pemberantasan sarang nyamuk. Seperti jumsih yang dilakukan di Kecamatan Tamansari.

Camat Tamansari Drs Ukim Sumantri, menuturkan sebetulnya kegiatan jumsih sudah menjadi program rutin kecamatan dan kelurahan.

Namun dikarenakan masa pandemi Covid-19, masyarakat tidak boleh ada kerumunan, sehingga kegiatan jumsih rutin ini, sempat terhenti beberapa saat.

“Sekarang kami dan masyarakat sudah mulai lagi jumsih, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Tidak hanya di Kecamatan Tamansari saja, kegiatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk pun dilaksanakan di Kecamatan Cipedes, Purbaratu, Kawalu, Indihiang, Mangkubumi, Cihideung, Tawang, Bungursari, dan Cibeureum.

JANGAN TUNGGU STATUS KLB

Sejumlah masyarakat di wilayah Kecamatan Cipedes, menggalakkan gerakan kebersihan pemberantasan sarang nyamuk dan jentik, Minggu (5/7).

Diikuti unsur kecamatan, kelurahan, Puskesmas serta Babinkamtibnas dan Babinsa.

Camat Cipedes Sofyan ZM menjelaskan kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya, sampai pertengahan tahun ini sudah mencapai 4 korban.

Sesuai arahan wali kota, pihaknya kembali menggerakan masyarakat untuk membersihkan lingkungan masing-masing pada Jumat dan Minggu.

“Ini kita dorong supaya bisa kontinyu sampai tingkat RW selama minimalnya 3 bulan,” ujar dia kepada Radar.

Menurutnya, seusai adanya kasus meninggal, wilayahnya sempat di-fogging.

Namun, perlu dibarengi dengan bersih-bersih lingkungan dan menerapkan 3 M seperti menutup, menguras tempat penampungan air, dan mengubur atau menggunakan kembali barang bekas.

“Sehingga tidak berpotensi menjadi genangan air dan dihinggapi jentik nyamuk,” kata dia.

“Kami menggerakan warga supaya tidak sampai menunggu status Kejadian Luar Biasa (KLB) atau ada korban lagi. Maka kita dorong semua stakeholder di wilayah ini bisa sinergis mengedukasi masyarakat,” harap Sofyan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan meski kasus DBD tahun ini sudah melebihi tahun sebelumnya, Pemkot tidak bisa serta merta menetapkan status KLB.

Sebab, dalam menentukan hal tersebut tidak hanya dihitung dari epidemiologi mau pun incidental rate. Faktor lain, seperti kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran pemerintah daerah pun menjadi bahan pertimbangan.

“Selain itu, kita kan semua juga tengah fokus penanganan Covid-19. Maka untuk DBD ini kita tetapkan Siaga Satu, dan penanganannya tidak berbeda dengan KLB,” ucap Uus.

Kenaikan kasus DBD di tengah pandemi Covid-19, kata dia, bukan berarti Pemkot tidak berupaya menanggulanginya. Namun, sejumlah program pencegahan DBD terganjal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Program yang seharusnya kita galakan dalam mengantisipasi DBD, terganjal PSBB serta pembatasan kegiatan masyarakat lainnya. Nah, kami harap penanganan Covid yang kita laksanakan bisa direfleksi dalam menangani DBD ini,” harapnya.

Baca juga : Pilih UBSI Tasik Karena Banyak Praktiknya

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Gilman Mawardi mengajak semua pihak intens berkoordinasi dengan tenaga medis atau layanan kesehatan di wilayah masing-masing.

Supaya, penanggulangan DBD bisa cepat ketika ada temuan kasus baru. “Kita memahami saat ini di lapangan masyarakat tengah fokus pemulihan ekonomi, nah dengan Siaga 1 sekarang ini kita harap Pemkot responsif, stakeholder dilapangan proaktif,” ujarnya. (red/igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.