Kota Tasik tak Termasuk PSBB Jawa-Bali

2828
0
IST EVAKUASI PASIEN. Petugas Satgas mengangkut jenazah pasien probabel dengan protokol khusus di Kecamatan Cipedes, Kamis (7/1).
Loading...

TASIK – Pemerintah Pusat akan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jawa-Bali. Meskipun masuk zona merah, Kota Tasikmalaya tidak masuk dalam daftar wilayah yang harus melaksanakan PSBB.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Drs H Ivan Dicksan mengatakan hanya beberapa daerah saja yang harus menerapkan PSBB. Kota Tasikmalaya tidak termasuk di dalamnya. “Jawa Barat hanya Bodebek (Bogor, Depok Bekasi) saja kalau gak salah, Kota Tasik enggak,” tuturnya.

Namun demikian, bukan berarti masyarakat bisa beraktivitas sembarangan. Protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan guna mencegah penularan Covid-19 yang sedang mewabah. “Karena kita masih zona merah,” katanya.

Baca juga : Jadwal Shalat Wilayah Kota Tasik, Jum’at (08/01/2021)

Menurutnya, satgas akan melakukan rapat evaluasi untuk menentukan langkah ke depan. Karena pelanggaran-pelanggaran masih kerap ditemukan oleh tim patroli di lapangan. “Termasuk soal pembatasan aktivitas malam hari,” terangnya.

Loading...

Disinggung soal pembelajaran tatap muka, H Ivan mengaku belum berani menerapkannya. Namun hal iu juga akan dibahas bersama Dinas Pendidikan dalam rapat evaluasi. “Tapi sepertinya belum bisa untuk kita terapkan pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya bersyukur jumlah pasien aktif Covid-19 di Kota Tasikmalaya semakin menurun. Dia meminta masyarakat lebih tertib melaksanakan protokol kesehatan supaya kondisi semakin lebih baik. “Mudah-mudahan jangan ada penambahan lagi,” ungkapnya.

Berdasarkan data Satgas, sampai Kamis pagi (7/1) jumlah pasien aktif tercatat 499 orang. Hal itu setelah 60 pasien dinyatakan sembuh dan 39 temuan pasien baru.

Sementara itu, pasien positif yang meninggal pun masih terus terjadi di Kota Tasikmalaya. Tercatat yang meninggal adalah adalah 53 pasien positif dan 27 probabel.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, H Ucu Anwar menyebutkan pihaknya masih disibukkan dengan penanganan jenazah. Sejak awal Januari pihaknya mencatat ada 12 jenazah yang dimakamkan dengan protokol khusus. “10 pasien positif dan 2 yang probabel,” ujarnya.

Kemarin pun pihaknya bolak-balik menangani jenazah pasien untuk proses pemakaman. Salah satunya yakni pemakaman di wilayah Kecamatan Cipedes. “Hari ini (kemarin, Red) ada tiga jenazah yang ditangani,” pungkasnya. (rga)

Berita Terkait :
PSBB Jawa-Bali Mulai 11-25 Januari, Ini Daftar Daerah & Aturannya

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.