Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.4%

8.1%

67.2%

Kota Tasik Tersisa 1 Pasien Positif Covid-19

1727
0

KOTA TASIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat hanya tinggal satu pasien positif Covid-19, yang masih dirawat di rumah sakit, hingga Rabu (24/06) sore.

Kondisi itu menjadi sinyal baik bahwa pandemi Covid-19 di Kota Tasik mulai terkendali.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari total 50 kasus konfirmasi positif, baik melalui tes swab maupun uji cepat (rapid test), 46 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh atau negatif.

Hanya satu orang yang masih menjalani perawatan, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, kondisi itu menjadi kabar gembira.

Sebab, kasus Covid-19 di Kota Tasik dianggap sudah terkendali. Kendati demikian, ia meminta warga tak cepat berpuas diri.

“Warga harus tetap menjaga protokol kesehatan. Jangan lupa pakai masker, rajin cuci tangan, selalu menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” katanya kepada radartasikmalaya.com.

Terang Uus yang juga juru bicara Tim Gugus, semua pihak harus tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga tak terjadi gelombang kedua penyebaran Covid-19 di Kota Tasik.

Dengan begitu, grafik kasus Covid-19 yang terus melandai dapat dipertahankan.

Terpisah, Wali Kota Tasik, Budi Budiman menuturkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya masih akan berlaku hingga 26 Juni ini.

Karena itu, ia meminta masyarakat terus mematuhi aturan yang berlaku selama penerapan PSBB.

Menurut dia, pelangggaran yang paling banyak dilakukan masyarakat saat ini adalah tak menggunakan masker saat keluar rumah.

“Untuk mereka yang tak pakai masker, kita beri sanksi sosial menyapu tempat umum dengan menggunakan rompi pelanggar PSBB,” tuturnya.

Budi menegaskan, sanksi tak hanya diberikan kepada masyarakat yang melanggar.

Ia menyebutkan, sudah ada beberapa rumah makan dan kafe yang ditutup karena setelah beberapa ditegur tetap tak menerapkan protokol kesehatan.

Menurut dia, dalam situasi pandemi seperti saat ini, yang paling utama adalah disiplin protokol kesehatan.

Ia berharap adanya kesadaran kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Alhamdulillah kita sudah zona biru. Ini harus dijaga agar tidak terjadi gelombang kedua akibat kelalaian kita sendiri. Kita juga tak mau kecolongan,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.