Kota Tasik Tolak Jadi Tuan Rumah Peparda 2022

172
0
LARANGAN. Masyarakat berolahraga di lingkar Stadion Wiradadaha, Jumat (10/7). Tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat batal mengucurkan anggaran pembenahan venue di sport center.  Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Wakil Ketua II DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi meminta Pemkot segera menjelaskan kesiapan menjadi tuan rumah.

Bukan untuk Porprov 2022, Kota Resik pun nyatanya ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Paralympic Daerah (Peparda) di tahun yang sama.

Baca juga : KH Asep Maoshul Affandy Resmi Deklarasi Balon Bupati Tasik

“Beberapa waktu lalu, saya ditanyai National Paralympic Comittee Of Indonesia (NPCI) Jawa Barat. Terkait kesiapan kita menjadi tuan rumah. Namun, kelihatannya Pemkot tidak ada sinyal persiapan akan hal itu,” ujar Muslim kepada Radar, Jumat (10/7).

Menurutnya, ajang olahraga bagi penyandang disabilitas tersebut merupakan helatan bergengsi. Sayangnya pasca ditetapkan sebagai tuan rumah, Pemkot Tasikmalaya tidak pernah terdengar menggaungkan rencana tersebut.

“Soalnya di setiap pembahasan anggaran, saya baru sadar belum pernah mendengar ada bahasan akan hal ini,” keluh dia yang juga Penasihat NPCI Kota Tasikmalaya.

Politisi PDIP ini menjelaskan NPCI Jawa Barat mengaku siap membantu kebutuhan daerah. Maka dari itu, Pemkot harusnya proaktif sebelum Kota Bandung dijadikan alternatif sebagai tuan rumah di Peparda mendatang.

“Kota Bandung sudah terang-terangan mengaku siap menjadi alternatif kalau kita tidak siap jadi tuan rumah. Ini mohon jadi perhatian bersama,” harap Muslim.

Terpisah Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Hadian mengaku Pemkot sudah menolak dijadikan tuan rumah pekan olahraga tersebut.

Bahkan Jawa Barat sudah mau menarik rencana tuan rumah yang semula ditetapkan di Kota Resik, ke Bandung Raya.

“Jabar sudah mau tarik rencana ke Bandung Raya yang sudah jauh lebih siap. Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat,” kata dia saat ditemui di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT).

Pihaknya sudah menyiapkan rencana penyampaian ketidaksanggupan Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah Peparda 2022. Menimbang dari sejumlah aspek pendukung dan penunjang, sangat berat untuk dipenuhi daerah.

“Sudah sampaikan rencana ketidaksiapan ini. Sebab, berat persiapannya apalagi melihat dampak pandemi Covid-19. Porda pun belum ada kelanjutan dari Jawa Barat tetap di kita atau tidak tuan rumahnya,” kata Hadian.

Dia menjelaskan sejumlah rencana kegiatan rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur venue, batal dikerjakan tahun ini. Terutama dalam menyambut persiapan Porprov Tahun 2022.

“Kan nyaris semua kegiatan tidak jadi dikerjakan tahun ini, terutama di Kompleks Olahraga Dadaha sebagai sport center,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Peparda Tahun 2018 lalu. Kontingen asal Kota Tasikmalaya tampil gemilang melampaui raihan prestasi di Porda Jawa Barat 2018. Mereka menyumbangkan 33 medali, 17 emas, 9 perak dan 7 perunggu.

Baca juga : Bus Hantam Motor di Pamoyanan Tasik, Pemuda Warga Cikukulu Tewas

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengaku bersyukur atas raihan prestasi tersebut, yang menempatkan kontingen asal Kota Resik berada di posisi 10 besar, menyaingi tim Porda Jawa Barat 2018 yang berada di rangking 20-an.

“Alhamdulillah kami mengapresiasi teman-teman atlet yang sudah berjuang. Semoga menjadi motivasi untuk penyelenggaraan selanjutnya,” harap Ivan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.