Kota Tasik Tunggu Izin Pembelajaran Tatap Muka

111
0

TASIK – Sejumlah sekolah diminta Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mulai mempersiapkan pola pembelajaran tatap muka di era adaptasi kebiasaan baru. Mengingat peraturan pembelajaran tatap muka sudah dipegang oleh Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya.

Untuk itu, persiapan-persiapan yang perlu dilengkapi berbagai sarana pendukung protokol kesehatan, pengaturan jadwal pembelajaran di kelas, serta kurikulum darurat yang efektif untuk siswa.

”Dalam rangka penyiapan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021, kita terus berkoordinasi dengan pengawasan dan sekolah. Itu tentang protokol kesehatan dan manajemen pembelajaran tatap muka,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dr H Dadang Yudhistira SH MPd kepada Radar, Rabu (6/1).

Artinya sekolah yang siap adalah yang mendapatkan persetujuan dan kelengkapan kesehatan. Seperti adanya izin komite sekolah atau orang tua, terpenuhinya sarana dan prasarana pencegahan Covid-19, dan terdapat Satgas Covid-19 sekolah sehingga ketika sudah siap dari kebijakan Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya dengan memberikan izin, nantinya tinggal berjalan pembelajaran tatap muka.

“Jadi yang harus dipastikan kelengkapan protokol kesehatan, daftar ceklis kesiapan tatap muka, dan sambil menanti izin (pembelajaran tatap muka, Red),” ujarnya.

Jangan sampai ketika sudah diberikan izin, sekolah tidak siap melakukan pembelajaran tatap muka. Untuk antisipasinya pengawasan terus memantau dan membina agar sekolah siap dalam pembelajaran tatap muka. “Termasuk dalam pengaturan strategi pembelajaran transisi di masa pandemi Covid-19,” kata dia.

Namun begitu, untuk saat ini kebijakan pembelajaran tatap muka masih belum ada kepastian dari Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya. Apakah bisa dilakukan mulai awal Januari 2021 mendatang atau tidak.

“Sementara ini belum mengizinkan untuk awal tahun untuk melakukan pembelajaran tatap muka di semester genap tahun ajaran 2020/2021,” ujarnya.

Senada, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd menjelaskan bahwa penantian untuk melakukan pembelajaran tatap muka sudah ingin dilakukan. Namun lebih mengutamakan kepentingan kesehatan dan keamanan siswa dan guru.

“Intinya di era pandemi Covid-19 kita masih menunggu keputusan Satgas Kota Tasikmalaya untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Sedangkan, bagi siswa SMK karena dalam peraturan surat keputusan bersama empat menteri bagi yang melakukan praktik diperbolehkan, tetapi harus memenuhi unsur menggunakan protokol kesehatan yang ketat dan terus melakukan komunikasi kepada komite/orang tua siswa.

“Sedangkan dalam program praktik SMK harus selalu berkoordinasi dengan stakeholder dan termasuk komite/orang tua. Sehingga bisa saling mengingatkan akan pentingnya menjaga protokol kesehatan untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.