Kota Tasik Yakin Dapat Jatah Kuota CPNS

433
Ilustras CPNS. foto; jawapos

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

KOTA TASIK – Menjelang diumumkannya pembukaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pemerintah Kota Tasikmalaya masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat. Khususnya terkait jumlah formasi yang diberikan bagi kota berjuluk Kota Santri ini.

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kota Tasikmalaya, H Asep Gofarulloh mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat.

Sehingga, pihaknya belum bisa mengumumkan berapa abdi negara yang bakal diangkat untuk bertugas di lingkungan Pemkot.

“Pengusulan sudah, tapi kita belum ada informasi lebih lanjut dari pusat,” ujarnya saat ditemui usai pelantikan pegawai di Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (13/7).

Adapun pengajuan untuk mengisi kekosongan pegawai di Kota Tasikmalaya, kata Asep, pihaknya telah mengusulkan formasi lebih dari seribu.

Baca Juga : Sistem CAT Tutup Celah Titipan CPNS

Hanya saja, beberapa waktu lalu Pemkot diminta mengusulkan formasi berdasarkan jumlah pegawai yang pensiun di tahun 2018, yakni sekitar 312 orang.

“Jadi, misalnya guru SD pensiun tahun ini ada 20 orang, maka alokasi formasi untuk guru SD 20 CPNS. Sama dengan formasi lainnya menyesuaikan jumlah pegawai yang pensiun. Itu pun tidak menjamin nantinya akan diberi formasi sesuai usulan atau mungkin kurang dari itu,” terangnya.

Asep menganalisa besar kemungkinan Kota Tasikmalaya dikabulkan mendapat jatah formasi CPNS. Mengingat jumlah biaya pegawai dari APBD masih di bawah 50 persen.

“Semoga saja diberi jatah, sebab menurut info, diatas 50 persen belanja pegawainya, suatu daerah kerap sulit diberi formasi. Apalagi beberapa tahun ke belakang ini kita tidak melaksanakan penerimaan pegawai,” jelas Asep.

Saat ini jumlah keseluruhan abdi negara di lingkungan Pemkot hanya mencapai 7 ribuan pegawai.

Idealnya untuk ukuran kota se-sibuk ini, berkisar di angka 10 ribu pegawai. Apalagi beberapa pegawai terus pensiun, ditambah lagi beberapa eselon 4 tidak memiliki kasi yang relevan dengan volume pekerjaannya.

“Ada saja eselon 4 yang harusnya punya 3 staf, hanya 2 staf saja. Bahkan ada yang sama sekali tidak mempunyai staf. Secara umum berdampak terhadap porsi kerja sehingga mereka harus ekstra hingga lembur dalam penyusunan laporan,” paparnya.

Asep menambahkan pihaknya akan segera menyosialisasikan apabila informasi resmi sudah terbit dan diterima Pemkot.

“Beberapa waktu lalu berkembang informasi adanya formasi CPNS bagi Kota Tasikmalaya, Itu hoax. Kalau sudah ada informasi resmi dari pusat, kita akan segera informasikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sekda Kota Tasikmalaya Drs Ivan Dicksan mengaku belum mendapatkan informasi terkait pengangkatan CPNS. Pihaknya pun masih menunggu arahan dan instruksi dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Belum ada informasi kepada kami,” ungkapnya usai mengikuti pelepasan jamaah haji di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (13/7).

Pihaknya sempat mengajukan pengangkatan CPNS sekitar 1.800 sebagaimana kebutuhan pegawai di Pemerintahan Kota Tasikmalaya. Namun anjuran dari Kemenpan RB hanya sebatas jumlah pegawai yang pensiun. “Jadi sekitar 300 sekian orang,” terangnya.

Sementara ini belum ada penyusunan formasi CPNS yang diajukan, namun kemungkinan akan disesuaikan dengan jabatan yang ditinggalkan oleh pegawai yang pensiun. Prioritas pengangkatan pegawai yang diajukan adalah tenaga kesehatan dan pendidikan.

“Kalau melihat kebijakan pusat yang diprioritaskan tetap tenaga kesehatan dan pendidikan,” tuturnya.

(igi/rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.