Kota Tasikmalaya Diuji Pertahankan Kota Sehat

72
0
VERIFIKASI. Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan saat menerima tim verifikasi Kota Sehat di aula Bale Kota Kamis (31/1).Firgiawan / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Setelah sukses menyabet predikat Kota Sehat sebanyak tiga kali, tahun ini Tim Verifikasi Kota Sehat kembali memastikan pelayanan kesehatan yang sudah dilaksanakan Pemkot Tasikmalaya terhadap masyarakat.

Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat H Kani menjelaskan Kota Sehat bukan merupakan perlombaan, melainkan meninjau sejauh mana pemenuhan indikator capaian Kota Sehat di suatu daerah tercapai. Apalagi, kata dia, Pemkot Tasikmalaya sudah meraih predikat Kota Sehat tertinggi yakni Swasti Saba Wistara di 2017.

“Sekarang Pemkot mengajukan untuk yang kedua kalinya, kita akan tinjau sejauh mana upaya dalam mempertahankan kategori tersebut,” ujarnya saat ditemui usai penerimaan tim verifikasi Kota Sehat di aula Bale Kota, Kamis (31/1).

Menurutnya, bukan hanya tingkat kesehatan saja yang menjadi indikator penilaian Kota Sehat, melainkan sektor pangan dan industri yang melekat dengan bidang kesehatan. Terutama, sejauh mana Pemkot melaksanakan pelayanan berkaitan kesehatan terhadap masyarakat. “Namun, kita lihat masih banyak kekurangan. Salah satunya kekurangan gizi masih terjadi. Nah, kita akan lihat sejauh mana Pemkot berkomitmen berpacu melaksanakan pelayanan kesehatan dalam persoalan tersebut,” tuturnya.

Belum lagi, kata dia, persoalan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kini sedang mengalami peningkatan. Pihaknya akan memverifikasi selama beberapa waktu dan mengumpulkan hasilnya ke pemerintah pusat untuk dinilai.

“Pantas tidaknya Kota Tasik kembali meraih predikat, kita akan pastikan. Nanti hasilnya diumumkan di pusat,” ucap Kani.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan berharap verifikasi yang dilaksanakan tim bisa kembali membuahkan hasil yang baik. Mengingat, verifikasi tersebut ke empat kalinya dilaksanakan, setelah hasil dari tiga verifikasi sebelumnya meraih penghargaan Kota Sehat dengan berbagai predikat.

Ivan menceritakan selama tiga tahun terakhir Pemkot sukses meraih predikat Swasti Saba Padapa di 2013, Swasti Saba Wiwerda 2015 dan Swasti Saba Wistara 2017. Di Tahun 2019 ini, kata dia, Pemkot kembali mengajukan tatanan dan lokus unggulan untuk diverifikasi dalam rangka penilaian penghargaan Swasti Saba Wistara II dengan 8 lokus tatanan.

“Kita harap verifikasi yang kembali dilaksanakan tahun ini bisa berbuah hasil yang baik. Mengingat pembangunan kesehatan juga tetap menjadi fokus Pemkot,” ujarnya menegaskan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.