Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.3%

70.1%

Kotak Tiket Bus Ngulisik Dinilai Picu PKL, Pemkot Tasik Blunder

167
1
BERJUALAN. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Batu Andesit Taman Kota kembali melakukan aktivitas dagangnya, Jumat (17/7). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Kotak tiket bus ngulisik yang memicu Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali mengisi kawasan andesit dinilai sebagai blunder.

Pemkot Tasikmalaya yang seharusnya memberikan contoh, malah melakukan kekeliruan.

Aktivis Muda Tasikmalaya, Myftah Farid menilai persoalan PKL andesit murni kelalaian pemerintah. Meskipun operasional bus ngulisik dikelola pihak ketiga, namun kendalinya tetap di pemerintahan.

Baca juga : Koni Kabupaten Tasik Bagikan Sembako ke Cabor

“Kan itu milik pemerintah, ya berarti tanggungjawab pemerintah,” ujarnya kepada Radar, Jumat (17/7). Menurut wajar, jika PKL memilih kembali mengisi kawasan andesit. Karena pemerintah sendiri yang memberi contoh buruk. “Pemerintah sudah inkonstitusional, wajar jika para pedagang melawan,” katanya.

Dampaknya, sambung dia, kekuatan pemerintah menertibkan PKL-PKL tersebut menjadi lemah. Apalagi area yang harus steril itu, kerap jadi tempat parkir mobil plat merah.

“Harusnya pemerintah introspeksi diri sebelum menyalahkan para pedagang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hal ini kembali lagi persoalan ketidakjelasan status kawasan andesit itu. Dibuka kembali jadi ruang jalan lalu lintas, tapi andesit tidak dibongkar.

“Kalau untuk lalu lintas kan pasti lebih nyaman dengan aspal,” tuturnya.

Di samping itu, pemerintah pun harus memikirkan perut para pedagang. Jangan sampai langkah yang diambil merugikan mereka. “Karena mereka punya tanggung jawab menafkahi keluarga,” katanya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Murjani mengatakan salah satu efek dari ketidakjelasan fungsi kawasan andesit itu, akibat tidak konsistennya Pemkot.

“Kalau jadi jalan, bongkar batu andesitnya dan ganti jadi aspal lagi karena tidak cocok untuk ban,” ujarnya.

Atau dikembalikan menjadi bagian dari taman. Namun Pemkot harus melakukan penataan supaya kawasan tersebut memiliki daya tarik yang lebih. “Tapi harus clear dari mobil dari mobil dan motor,” katanya.

Dalam kondisi pandemi saat ini, Pemkot jangan sampai menggusur PKL seenaknya. Karena hal itu salah satu faktor yang mengkatrol ekonomi masyarakat.

“Menjamurnya PKL justru saya bersyukur, karena memperkuat ekonomi, karena PKL adalah usaha mandiri,” terangnya.

Baca juga : 5 Kursi Jabatan di Pemkot Tasik Bakal Dilelang

Tetapi, bukan berarti dibiarkan menjamur begitu saja, pemerintah harus melakukan pengelolaan yang baik.

Atau menempatkan mereka di tempat khusus yang representatif dengan dikenakan retribusi. “Jadi Pemkot dapat PAD dan PKL dapat penghasilan dan pembinaan,” pungkasnya. (rga)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.