KPAID Dorong Pemkab Tasik Buat Regulasi Belajar Tatap Muka

36
0
SEMINAR PARENTING. Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengisi acara peran orang tua dalam membentuk karakter anak dan pemenuhan hak anak dalam aspek pengasuhan dan perlindungan di Cisayong beberapa waktu lalu. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya mendorong pemerintah daerah segera membuat regulasi belajar tarap muka di sekolah.

Karena pada tahun ini pembelajaran tatap muka di beberapa daerah sudah mulai diberlakukan dengan regulasi yang dibuat di tengah pandemi Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menyikapi tentang pembelajaran tatap muka yang masih tertunda di tengah kasus Covid-19 semakin meningkat.

Kemudian, semakin menurunnya kesadaran masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan. Maka KPAID dalam hal ini mendorong Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya atau dinas terkait yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) segera menyiapkan regulasi.

”Kami mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah strategis dengan melakukan komunikasi bersama stakeholder terkait. Sehingga bersama-sama menyiapkan arah perencanaan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19,” dorong dia.

Loading...

Baca juga : Masjid SMK Perjuangan di Tamansari Kota Tasik Ambruk Tertimpa Bangunan

Dengan komunikasi bersama ini, kata Ato, maka dunia pendidikan atau proses kegiatan belajar mengajar di sekolah akan jelas dibawa arahnya kemana. Jangan sampai tidak ada regulasi, sehingga tidak ada kejelasan baik itu rencana, strategi, prosedur atau pelaksanaan tatap muka di masa pandemi Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

”Jangan sampai, mereka bertanya-tanya dan bingung, terkait langkah apa yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan itu seperti apa. Kalau pun sudah ada regulasinya, maka coba untuk dipublikasikan supaya masyarakat khususnya orang tua siswa mengetahui,” terang dia.

Dia melihat sampai awal tahun 2021 ini, nyaris belum terlihat atau terdengar pemerintah daerah atau dinas pendidikan menyampaikan kepada masyarakat kaitan rencana dan strategi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

”Kami juga mendesak dinas pendidikan supaya pro aktif dan menjadi pelopor dengan lembaga pendidikan lainnya, supaya tidak berpikir masing-masing. Dengan membuat kerangka rencana besar peningkatan kualitas pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Artinya, tambah dia, jangan statis ketika SKB tiga menteri menyatakan dan mengeluarkan aturan kemudian malah berlindung di bawah SK itu bahwa aturannya seperti ini, intinya jangan statis ikuti peraturan di pusat, daerah pun harus pro aktif.

“Jadi harus seimbang di daerah pun pro aktif melihat kondisi di bawah. Apalagi kita masih mendapati sekolah-sekolah di bawah itu sudah melakukan pembelajaran. Kenapa bisa terjadi, karena diperlukan ketegasan dinas pendidikan,” papar dia.

Komisioner KPAID Kabupaten Tasikmalaya Retno Listyarti menambahkan, pada intinya, KPAID berharap dan mendorong kepada Dinas Pendidikan untuk mencoba lebih meningkatkan responsibilitas dalam menyikapi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan mengajak semua stakeholder pendidikan untuk duduk bersama menyikapi pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya. Jangan statis, kami minta agar perencanaan dan langkah prosedurnya untuk dipublikasikan,” ujarnya, menambahkan. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.