KPAID Kabupaten Tasik: Belajar Saat Pandemi Harus Dinikmati Anak

58
0
SILATURAHMI. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) bersilaturahmi ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (9/10). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya bersilaturahmi ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk membahas pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menyebutkan, kedatangannya ke kantor Kemenag mempertanyakan metode pembelajaran untuk anak-anak madrasah yang kewenangannya ada di lingkungan Kemenag Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga : Wanita Suspect Corona Warga Mangkubumi Kota Tasik Meninggal, Positif 270 Orang

“Salah satunya yang kami tanyakan, bagaimana bisa tetap melakukan proses pengawasan, bagaimana mencari solusi di tengah krisis pandemi Covid-19, bagaimana caranya kira-kira guru, orang tua siswa tetap mengunggulkan, memacu kreativitas dan bagaimana pola mendidik anak,” ujar Ato kepada Radar, Jumat (9/10).

Kata Ato, pihaknya juga bersepakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan, saling mendorong, mendukung bagaimana di tengah Covid-19 ini tetap dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan, namun proses pembelajaran tetap berjalan walaupun tidak dengan tatap muka, namun dinikmati oleh anak-anak.

Kata dia, dalam pandemi Covid-19 seperti ini, guru dan orang tua tidak boleh miskin kreatif dalam memberikan pembelajaran. Harus tetap memotivasi anak-anaknya, bahwa pembelajaran bukan hanya berbasis kurikulum.

Loading...

“Kami juga ingin mendorong partisipasi masyarakat bahwa hari ini saatnya para orang tua untuk bisa menjadi penyampai yang baik kepada anak-anaknya,” ungkapnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Drs H Usep Saepudin Muhtar MPd mengapresiasi apa yang disampaikan terkait pembelajaran yang ada di lingkungan kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya.

“Sampai hari ini memang madrasah-madrasah yang ada di lingkungan Kemenag kabupaten Tasikmalaya masih merujuk surat edaran 3 menteri. Dari surat edaran tersebut, pembelajaran tidak dengan tatap muka namun dengan daring,” kata dia

Setelah KPAID melakukan silaturahmi, ada kesepahaman dan kesepakatan jika nanti ada yang tatap muka, dengan mengadakan sekolah rujukan.

Pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan dari Kanwil Jabar.
Menurutnya, melihat kerinduan dari orang tua, guru dan anak untuk bisa belajar tatap muka seperti biasanya.

Wanita Suspect Corona Warga Mangkubumi Kota Tasik Meninggal, Positif 270 Orang

“Saya mengharapkan untuk selalu intens melakukan pertemuan seperti saat ini dan berkelanjutan untuk hal istilah sekolah rujukan pembelajaran tatap muka, dapat terlaksana.

Tapi tetap bisa memberikan pengawasan dengan intens tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Itu pun kalo ada izin, kalo tidak izin, ya mohon maaf,” ucapnya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.